← Beranda
11 Destinasi Museum Paling Hits di Surabaya, Nuansa Perjuangan Cocok buat Liburan Sekaligus Menambah Wawasan
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 9 Mei 2026 | 17.28 WIB
Rekomendasi mall terbaik di Surabaya

JawaPos.com – Surabaya bukan hanya kota yang kaya akan sejarah perjuangan, tetapi juga memiliki banyak museum yang menarik untuk dikunjungi saat liburan.

Setiap museum di kota ini menyimpan koleksi yang unik, mulai dari artefak perang, peralatan kesehatan kuno, hingga karya seni kontemporer seniman lokal.

Beberapa di antaranya bahkan menempati bangunan bersejarah bergaya kolonial yang menambah kesan mendalam saat berkunjung.

Dilansir dari laman Traveloka dan Lapis Pahlawan pada Sabtu (9/5), berikut sebelas rekomendasi mall terbaik di Surabaya.

Baca Juga: Jalan-jalan di Surabaya, Ini 14 Museum yang Wajib Masuk Bucket List Pecinta Sejarah

1. Museum Sepuluh Nopember

Museum yang terletak di dalam kompleks Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan ini adalah satu-satunya museum di Indonesia yang didirikan khusus untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945.

Bangunan berbentuk piramida dengan dua lantai ini menyimpan patung-patung perjuangan, senjata bersejarah, foto dokumenter, dan rekaman suara pidato Bung Tomo yang asli.

Museum ini buka setiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–16.00 WIB, sementara Sabtu dan Minggu buka lebih awal mulai pukul 07.00–16.00 WIB.

2. Museum W.R. Soepratman

Museum ini menempati rumah kakak W.R. Soepratman, Rukiyem Supartijah, di Jalan Mangga No.21, Tambaksari, yang juga menjadi tempat persembunyian sang pencipta lagu Indonesia Raya dari kejaran tentara Belanda sejak 1936.

Di pekarangan museum terdapat patung W.R. Soepratman yang tengah memainkan biola, sementara di dalamnya tersimpan foto-foto dokumenter dan replika biola-biola miliknya.

Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB dan tutup setiap hari Senin.

3. House of Sampoerna

House of Sampoerna yang berdiri sejak 1858 di Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantikan, awalnya merupakan panti asuhan milik Belanda sebelum dibeli pengusaha Liem Sieng Tee pada 1893 untuk dijadikan pabrik rokok.

Bangunan bergaya kolonial dengan empat pilar berbentuk rokok ini kini berfungsi sekaligus sebagai museum sejarah, area produksi rokok yang masih aktif, coffee shop, dan toko suvenir.

Di dalamnya terdapat angkringan tempo dulu, foto dokumenter, dan koleksi sejarah rokok dengan pencahayaan dan desain interior vintage yang artistik.

4. De Javasche Bank

De Javasche Bank yang berlokasi di Jalan Garuda No.1, Krembangan Selatan, didirikan oleh Belanda pada 1828 sebagai cabang bank yang berpusat di Batavia dan berhenti beroperasi sebagai bank pada tahun 1973.

Sejak 2012, gedung tiga lantai bergaya kolonial ini resmi ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya milik Bank Indonesia dan dialihfungsikan menjadi museum perbankan.

Koleksinya mencakup arsip perbankan, sejarah uang dari masa ke masa, CCTV zaman dahulu, hingga mesin pencetak uang, dan buka setiap hari pukul 09.00–16.00 WIB dengan tiket masuk gratis.

5. Museum Pendidikan

Museum Pendidikan yang berlokasi di Jalan Genteng Kali No.10, Genteng, diresmikan pada 2019 dan menempati bekas bangunan Sekolah Taman Siswa yang dikenal sebagai sekolah pribumi pertama.

Bangunan berciri arsitektur kolonial yang dipadukan dengan sentuhan modern ini didominasi warna putih dan berfungsi melestarikan warisan budaya serta sejarah pendidikan Indonesia.

Tempat ini kini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang dikelola oleh pemerintah kota.

6. Museum Surabaya (Gedung Siola)

Museum ini menempati Gedung Siola yang bersejarah di Jalan Tunjungan No.1, Genteng, sebuah bangunan yang sejak 1877 telah menjadi saksi berbagai peristiwa penting termasuk pertempuran melawan Sekutu.

Di dalamnya tersimpan ratusan koleksi bersejarah, mulai dari informasi sistem pemerintahan kota sejak zaman Belanda, foto dokumenter, artefak, hingga kendaraan dari era tempo dulu.

7. Museum Kesehatan

Museum Kesehatan di Jalan Indrapura No.17, Kemayoran, Krembangan ini menyimpan koleksi yang mengabadikan perkembangan dunia kesehatan dari masa tradisional hingga modern.

Di dalamnya terdapat peralatan kedokteran kuno, arsip kesehatan, celana anti pemerkosaan, boneka jelangkung dan Nini Towok yang konon digunakan untuk mendiagnosa penyakit zaman dahulu.

Terdapat pula ruangan bernama "Dunia Lain" yang menambah kesan mistis, dan museum ini buka setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00–15.00 WIB.

8. Unicorn Creative Space

Unicorn Creative Space adalah galeri seni yang memamerkan karya-karya seniman lokal Indonesia dan berlokasi di Dharma Husada Indah Utara No.41, Mulyorejo.

Galeri ini kerap menyelenggarakan pameran pada momen-momen tertentu dan terbuka untuk umum tanpa biaya tiket masuk.

9. Orasis Art Space

Orasis Art Space adalah galeri seni modern yang berlokasi di Jalan Citraland No.B2-25, Sambikerep, dan menyimpan berbagai karya seni kontemporer yang beragam.

Setiap pengunjung akan didampingi pemandu yang menjelaskan cerita dan makna di balik masing-masing karya seni yang dipamerkan.

10. Vin Autism Gallery

Vin Autism Gallery adalah galeri yang didirikan oleh Vincent Prijadi Purwono, seorang penyandang Autism Spectrum Disorder yang memiliki bakat melukis luar biasa.

Berbagai hasil lukisan Vincent dipajang di galeri ini, dan pengunjung juga bisa bersantai di kafe yang menjadi bagian dari kawasan galeri tersebut.

11. Blockbuster Museum

Blockbuster Museum adalah destinasi populer bagi pencinta action figure dan karakter superhero, dengan koleksi dari Marvel Cinematic Universe, Pixar, hingga Disney yang mayoritas didatangkan dari berbagai negara.

Area food court di dalamnya menghadirkan nuansa layaknya kastil Hogwarts dan kantor Avengers yang menambah keseruan berkunjung.

Tiket masuk dikenakan Rp60.000 untuk anak-anak dan Rp80.000 untuk dewasa di hari biasa, sementara harga akhir pekan berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho