JawaPos.com – Surabaya bukan sekadar kota metropolitan yang sibuk, karena di balik gedung-gedung modernnya tersimpan jejak sejarah perjuangan bangsa yang sangat kaya.
Berbagai destinasi wisata sejarah tersebar di penjuru kota, masing-masing menyimpan cerita dan nilai perjuangan yang berbeda-beda.
Liburan ke kota ini bisa menjadi perjalanan yang bermakna sekaligus edukatif bagi seluruh anggota keluarga.
Dilansir dari laman Traveloka dan Kementerian Pariwisata pada Sabtu (9/5), berikut sebelas rekomendasi liburan dan wisata penuh sejarah di Surabaya.
1. Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan adalah monumen setinggi 41,15 meter yang dibangun untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945, salah satu peristiwa terbesar dalam revolusi Indonesia.
Secara filosofis, bangunan ini melambangkan api perjuangan yang tidak pernah padam, dengan 10 lengkungan dan 11 ruas tiang yang merepresentasikan tanggal bersejarah tersebut.
Monumen ini juga menjadi simbol keberanian rakyat kota dalam melawan penjajah demi mempertahankan kemerdekaan.
2. Museum 10 November
Masih dalam satu kawasan dengan Tugu Pahlawan, museum berbentuk piramida ini menyimpan berbagai peninggalan perjuangan rakyat dari masa Pertempuran 10 November 1945.
Di dalamnya terdapat koleksi senjata, diorama pertempuran, dan rekaman suara pidato Bung Tomo yang ikonik.
Museum ini didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan secara resmi pada 19 Februari 2000.
3. Jembatan Merah
Jembatan Merah adalah penghubung wilayah timur dan barat kota yang dibangun pada era Jenderal Daendels dan menjadi saksi bisu pertempuran berdarah November 1945.
Di atas jembatan yang berdiri tepat di atas Kali Mas inilah terjadi baku tembak antara pejuang lokal dan tentara Sekutu yang mengakibatkan tewasnya AWS Mallaby.
Hingga kini, jembatan ini tetap berdiri sebagai salah satu landmark bersejarah yang sarat nilai perjuangan.
4. Hotel Majapahit
Hotel Majapahit yang berdiri sejak 1910 ini menyimpan salah satu momen paling ikonik dalam sejarah, yaitu peristiwa perobekan warna biru bendera Belanda menjadi Merah Putih pada 19 September 1945.
Hotel yang pernah berganti nama beberapa kali mulai dari Hotel Oranje, Hotel Yamato, hingga Hotel Hoteru ini kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Kemendikbud.
Arsitektur kolonialnya yang masih dipertahankan menjadikan tempat ini salah satu bangunan bersejarah paling menarik di kota ini, berlokasi di Jalan Tunjungan No.65, Genteng.
5. Monumen Kapal Selam
Monumen Kapal Selam atau Monkasel adalah kapal selam KRI Pasopati 410 yang pernah aktif digunakan dalam Operasi Trikora dan kini dialihfungsikan menjadi museum terbuka.
Pengunjung bisa masuk langsung ke dalam badan kapal selam untuk melihat bagaimana kehidupan para awak di dalamnya.
Tempat ini menjadi salah satu destinasi paling unik bagi yang ingin mengenal sejarah kemaritiman Indonesia secara langsung.
6. Gedung Siola
Gedung Siola yang berlokasi di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, awalnya merupakan perusahaan tekstil milik investor Inggris yang dibangun pada tahun 1877.
Pada Pertempuran 10 November 1945, gedung ini digunakan sebagai markas pertahanan pejuang kota sebelum akhirnya sempat terbengkalai usai perang berakhir.
Sejak tahun 2015, bangunan bersejarah ini resmi ditetapkan sebagai museum kota yang memamerkan berbagai koleksi sejarah perkembangan kota dari masa ke masa.
7. Gedung Internatio
Gedung Internatio yang bernama asli Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging ini dulunya merupakan pusat pengelolaan perdagangan pada era kolonial Belanda.
Tempat ini kemudian menjadi markas tentara Sekutu saat awal kedatangannya dan menjadi lokasi baku tembak dengan rakyat pada 30 Oktober 1945.
Peristiwa di gedung yang kini berlokasi di kawasan Krembangan Selatan, tidak jauh dari Jembatan Merah, itu menjadi salah satu pemicu meletusnya Pertempuran 10 November 1945.
8. Penjara Kalisosok
Penjara Kalisosok adalah bekas bangunan penjara kolonial yang dibangun pada era Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels, berlokasi di Jalan Kalisosok.
Tempat ini dulunya digunakan untuk menahan tahanan militer Belanda dan penduduk pribumi yang dianggap membangkang pada masa penjajahan.
Meski kini sudah tidak berfungsi sebagai penjara, bangunan ini masih menyimpan banyak cerita kelam tentang penderitaan para pejuang kemerdekaan yang pernah ditahan di dalamnya.
9. House of Sampoerna
House of Sampoerna adalah museum yang dulunya merupakan pabrik rokok pertama keluarga Sampoerna yang didirikan pada tahun 1932.
Di dalamnya, pengunjung bisa menyaksikan proses pembuatan rokok secara tradisional sekaligus menikmati koleksi seni dan sejarah perjalanan keluarga Sampoerna.
Bangunan bergaya kolonial yang masih terawat dengan sangat baik menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang menyukai arsitektur klasik.
10. Gedung Cerutu
Gedung Cerutu adalah bangunan bersejarah bergaya kolonial Belanda yang mendapat namanya dari bentuk menara bangunannya yang menyerupai cerutu.
Bangunan ini menjadi salah satu ikon arsitektur klasik yang masih berdiri kokoh dan menarik untuk dikunjungi, terutama bagi pencinta bangunan bersejarah.
11. Kampung Peneleh
Kampung Peneleh dikenal sebagai salah satu permukiman tertua di kota ini, dengan deretan rumah-rumah bersejarah yang sebagian bahkan berasal dari era kolonial.
Nuansa tempo dulu masih sangat terasa di kawasan ini, menjadikannya tempat yang tepat untuk melihat bagaimana kehidupan kota di masa lampau.
Beberapa bangunan di kawasan ini masih berdiri kokoh dan menjadi bukti nyata kekayaan warisan arsitektur yang perlu dijaga dan dilestarikan.