← Beranda
5 Perbedaan Naik Bus vs Kereta Rute Solo–Surabaya, Mana Lebih Hemat dan Nyaman?
Rian AlfiantoMinggu, 26 April 2026 | 19.05 WIB
Ilustrasi bus Sugeng Rahayu rute Solo-Surabaya. (YouTube/Syahbudin Erwin).

 

JawaPos.com - Perjalanan dari Surakarta ke Surabaya adalah salah satu rute favorit di Jawa Timur–Jawa Tengah PP. Jaraknya yang tidak terlalu jauh membuat banyak orang sering bolak-balik untuk urusan kerja, kuliah, hingga liburan singkat.

Pilihannya pun klasik: naik bus atau kereta api?

Sekilas, bus terlihat lebih ramah di kantong. Tapi, kereta punya keunggulan yang sulit disaingi. Nah, biar nggak bingung, ini dia 5 perbedaan utama yang bisa jadi pertimbangan sebelum berangkat.

1. Harga Tiket: Bus Masih Jadi Primadona Hemat

Kalau tujuan utama kamu adalah mengirit biaya, bus jelas unggul. Tiket bus ekonomi rute Solo–Surabaya biasanya mulai dari Rp 77 ribu hingga Rp 90 ribu atau paling mahal di 100 ribu untuk kelas Eksekutif. Bahkan di waktu tertentu, kamu bisa dapat harga lebih murah.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries Besok, 27 April 2026: Jaga Energi, Peluang Besar di Tengah Tantangan

Sementara itu, tiket Kereta Api Indonesia untuk kelas ekonomi umumnya berada di kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 300 ribu pun ada, tergantung jenis kereta, kelas dan jadwal.

Namun, harga kereta relatif stabil dan jarang melonjak drastis seperti moda transportasi lain saat peak season.

2. Waktu Tempuh: Kereta Lebih Konsisten

Kalau kamu tipe yang nggak mau ambil risiko telat, kereta api punya keunggulan jelas. Waktu tempuh Solo–Surabaya rata-rata sekitar 3–4 jam dan relatif tepat waktu.
Sebaliknya, perjalanan bus bisa sangat bergantung pada kondisi jalan.

Jika lewat jalur non-tol atau 'jalur bawah', potensi macet cukup besar, apalagi di jam sibuk atau musim liburan. Waktu tempuh bisa molor jadi 4–6 jam.

3. Kenyamanan & Fasilitas: Kereta Unggul Telak

Untuk urusan kenyamanan, kereta masih jadi favorit banyak penumpang. Kursi lebih lega, ruang kaki luas, dan kamu bisa berdiri atau jalan-jalan santai di dalam gerbong.

Fasilitas seperti toilet bersih juga jadi nilai tambah penting, terutama untuk perjalanan beberapa jam. Di sisi lain, bus, terutama kelas ekonomi, punya ruang gerak terbatas dan fasilitas yang lebih sederhana.

Meski begitu, beberapa bus non-ekonomi atau eksekutif kini sudah mulai meningkatkan kenyamanan dengan AC, reclining seat, bahkan hiburan.

4. Titik Keberangkatan & Kedatangan: Pilih yang Paling Dekat

Bus dan kereta punya titik keberangkatan yang berbeda. Bus biasanya berangkat dari Terminal Tirtonadi dan tiba di Terminal Purabaya (Bungurasih).

Baca Juga: Benzema Bongkar Masalah Real Madrid Musim Ini: Mereka Tidak Bermain Sebagai Tim

Sementara itu, kereta berangkat dari Stasiun Solo Balapan atau Stasiun Purwosari, dan tiba di Stasiun Gubeng atau Stasiun Pasar Turi.

Kalau lokasi rumah atau tujuanmu lebih dekat ke salah satu titik ini, itu bisa jadi faktor penentu yang cukup penting.

5. Fleksibilitas Jadwal: Bus Lebih Santai

Salah satu keunggulan bus yang sering jadi alasan utama orang memilihnya adalah fleksibilitas. Jadwal keberangkatan bus sangat sering, bahkan bisa setiap 30–60 menit sekali.

Berbeda dengan kereta yang punya jadwal tetap. Kalau ketinggalan satu kereta, kamu harus menunggu jadwal berikutnya yang mungkin selisihnya cukup lama.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya sebenarnya tergantung kebutuhan kamu. Kalau kamu ingin perjalanan murah dan fleksibel tanpa terlalu peduli waktu tempuh, bus adalah pilihan paling masuk akal.

Tapi kalau kamu mengutamakan kenyamanan, kepastian waktu, dan pengalaman perjalanan yang lebih santai, kereta api jelas lebih unggul.

Pada akhirnya, rute Solo–Surabaya ini cukup 'ramah' untuk dua pilihan tersebut. Tinggal sesuaikan saja dengan prioritas: hemat atau nyaman.

Oh iya, untuk bus, rute Solo-Surabaya bisa dibilang memiliki banyak pilihan. Beberapa PO bus seperti Sugeng Rahayu, Eka, Mira, AKAS dan lainnya melayani trayek tersebut.

Kereta punya lebih banyak pilihan. Hampir semua kereta api yang berangkat dari Jakarta menuju ke Surabaya atau Malang pasti lewat Solo dan bisa dicegat untuk naik secara parsial.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan