JawaPos.com – Belanja wisatawan asing di Jepang tetap melesat di awal 2026, meski turis dari Tiongkok anjlok tajam. Total pengeluaran Januari–Maret mencapai 2,3 triliun yen atau sekitar Rp250 triliun.
Seperti dilansir Kyodo, Kamis (16/4), angka itu naik 2,5 persen dibanding tahun lalu. Ini menjadi capaian kuartalan tertinggi ketiga sepanjang sejarah.
Kenaikan ditopang lonjakan wisatawan dari Taiwan dan Korea Selatan. Keduanya menutup penurunan drastis dari pasar Tiongkok.
Wisatawan Taiwan mencatat belanja terbesar, mencapai 388,4 miliar yen. Angka itu melonjak 22,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Korea Selatan menyusul dengan total 318,2 miliar yen, naik 12,7 persen. Sementara turis Amerika Serikat menghabiskan 259,2 miliar yen, naik 16,6 persen karena pelemahan yen.
Di sisi lain, belanja wisatawan Tiongkok justru anjlok setengahnya menjadi 271,5 miliar yen. Penurunan ini sejalan dengan merosotnya jumlah kunjungan akibat ketegangan politik.
Pada Maret saja, jumlah wisatawan asing mencapai 3,6 juta orang. Angka itu naik 3,5 persen dan menjadi rekor tertinggi untuk bulan tersebut.
Korea Selatan memimpin jumlah kunjungan dengan 795.600 orang. Taiwan menyusul dengan 653.300 wisatawan, keduanya mencetak rekor baru.
Dari Asia Tenggara, Malaysia dan Indonesia juga mencatat lonjakan signifikan. Kunjungan dari Indonesia naik 36,6 persen menjadi 82.800 orang.
Sebaliknya, turis Tiongkok terus merosot hingga 55,9 persen pada Maret. Penurunan terjadi setelah Beijing meminta warganya menunda perjalanan ke Jepang.
Ketegangan antara Tokyo dan Beijing meningkat sejak pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan. Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya.
Ke depan, pemerintah Jepang juga mewaspadai dampak konflik Timur Tengah. Gangguan penerbangan dan potensi kenaikan tarif diperkirakan bisa menekan permintaan.
Kepala Badan Pariwisata Jepang Shigeki Murata mengakui ketidakpastian itu. “Sulit memprediksi saat ini bagaimana konflik akan memengaruhi permintaan wisata,” ujarnya.