← Beranda
Jika Tak Ada Investor, Disparbud Trenggalek Enggan Buka Wisata Baru dalam Waktu Dekat di JLS Trenggalek-Tulungagung
Elista Ita Yustika• Rabu, 20 Desember 2023 | 20.50 WIB
SUKA: Wisatawan menikmati bermain voli pantai di dekat JLS Trenggalek-Tulungagung. (DHARAKA R. PRADANA/RADAR TRENGGALEK)

JawaPos.com – Meskipun keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) digadang-gadang dapat memberikan dampak besar pada sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mengaku kurang tertarik untuk menambah destinasi wisata baru.

Dapat disimpulkan seperti itu karena hingga saat ini, pihak Disparbud Trenggalek diketahui masih belum memiliki rencana atau wacana untuk menambah lokasi wisata Trenggalek di tahun 2024 mendatang.

Padahal, potensi destinasi wisata di Bumi Menak Sopal itu disebut-sebut salah satu yang memiliki daya magis tersendiri sehingga dapat memikat hati para wisatawan lokal maupun nasional.

Seperti yang diketahui, salah satu daerah di Jawa Timur ini kaya akan destinasi wisata pantainya yang sampai saat ini masih ramai digandrungi dan diminati oleh para wisatawan.

Ditambah lagi dengan lokasinya yang dilintasi oleh Jalur Lintas Selatan (JLS). Seharusnya dengan keuntungan tersebut pihak Pemkab dapat memanfaatkannya dengan baik.

Dilansir dari Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto juga sepakat dan mengakui bahwa potensi wisata Trenggalek meningkat seiring dengan adanya pembangunan JLS tersebut.

“Memang potensi wisata kami meningkat setelah pengoprasian JLS, kalau dilihat persentasenya bisa sampai 200 persen lebih,” jelas Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto, seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).

Kendati demikian, Disparbud Trenggalek masih juga belum memiliki rencana untuk menambah jumlah destinasi wisata, karena

Sunyoto mengatakan pihaknya perlu melakukan kajian mendalam untuk dapat membuka destinasi baru tersebut. Tujuannya agar kedepan destinasi wisata yang telah dibangun itu dapat terus berkembang secara konsisten.

Selain itu, yang menjadi alasan utama Disparbud tidak merencanakan pembukaan destinasi wisata baru di Trenggalek adalah karena keterbatasan biaya dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena itu untuk membuat destinasi baru kami rasa bukan hal yang mudah, perlu biaya dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup banyak,” papar Sunyoto.

Karena itu, untuk dapat mewujudkan destinasi-destinasi wisata baru di Trenggalek, Sunyoto dengan gamblang menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong keterlibatan investor swasta dari luar.

Rencananya, Disparbud akan menawarkan beberapa calon destinasi wisata baru Trenggalek itu kepada investor swasta. Sehingga, jika nanti ada investor swasta yang tertarik, destinasi wisata baru di Trenggalek maka akan semakin banyak.

Hal itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan. Sehingga nantinya, akan berdampak juga pada peningkatan perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Trenggalek.

Sementara itu, untuk saat ini Disparbud hanya akan berfokus pada perbaikan dan pengembangan destinasi wisata Trenggalek yang telah ada.

Diantaranya, Pantai Mutiara, Karanggongso, Prigi, Damas, dan Cengkrong untuk wilayah Kecamatan Watulimo yang berdekatan dengan JLS.

Salah satu komitmen untuk mengembangkan destinasi wisata Trenggalek itu, Sunyoto dan pihaknya mengaku saat ini tengah menggencarkan promosi wisata tersebut dengan berbagai cara, diantaranya, media sosial, televisi, koran dan media-media lainnya.

“Kami akan berkomitmen untuk mempromosikan destinasi wisata di sini, tentu terus akan dipublikasi melalui medsos, televisi, koran dan media-media lainnya. Kita juga bekerja sama dengan biro-biro pariwisata, terus akan didorong,” jelas Sunyoto.

EDITOR: Hanny Suwindari