JawaPos.com - Keamanan konsol PlayStation 5 (PS5) kembali menjadi perhatian setelah komunitas peretas merilis eksploitasi baru bernama Relapse. Metode tersebut memanfaatkan kerentanan pada peramban web PS5 untuk memperoleh akses tulis ke kernel konsol, sehingga memungkinkan perangkat menjalankan kode arbitrer.
Seperti dilansir dari Arstechnica, eksploitasi Relapse dapat digunakan pada PS5 dengan firmware hingga versi 13.6 yang dirilis pada Juli. Cakupan tersebut meliputi konsol yang belum diperbarui ke firmware 14.00.00, yang diluncurkan Sony pada pertengahan September.
Relapse memanfaatkan kerentanan WebKit pada peramban web tersembunyi PS5. Melalui celah tersebut, eksploitasi meningkatkan hak akses hingga mencapai kernel, bagian inti sistem operasi konsol. Metode ini kemudian memasang ELF loader untuk mempermudah eksekusi kode arbitrer.
Temuan tersebut memperluas kemampuan eksploitasi pada PS5. Sebelumnya, sebagian besar metode serupa hanya dapat digunakan pada firmware versi lama. Kondisi itu membuat pengguna yang ingin memanfaatkan eksploitasi harus mempertahankan firmware tertentu atau mencari konsol bekas yang belum diperbarui.
Baca Juga: Cawang Lumpuh Imbas Kecelakaan Truk, Cek Daftar Rute Transjakarta yang Terganggu
Relapse juga disebut lebih efisien dibandingkan metode jailbreak PS5 terdahulu. Pada beberapa eksploitasi sebelumnya, proses percobaan dapat menyebabkan sistem mengalami hang hingga 50 menit.
Dukungan terhadap firmware yang lebih baru turut membuka kemungkinan penggunaan eksploitasi pada lebih banyak gim PS5. Sebab, sejumlah gim mensyaratkan versi firmware tertentu yang tersedia ketika gim tersebut dirilis.
Dengan demikian, Relapse berpotensi mendukung lebih banyak judul, termasuk gim digital yang dibeli secara resmi, untuk kebutuhan pencadangan pribadi. Namun, kompatibilitasnya tetap bergantung pada versi firmware dan persyaratan masing-masing gim.
Konsol PS5 yang telah di-jailbreak juga dapat menjalankan aplikasi homebrew, seperti emulator dan modifikasi tidak resmi untuk meningkatkan frame rate sejumlah gim PS4 lama hingga 60 fps.
Sementara itu, upaya menghadirkan sistem operasi Linux secara penuh di PS5 masih terus dikembangkan. Berdasarkan informasi yang tersedia, implementasi tersebut saat ini hanya dapat dipasang pada konsol dengan firmware versi 7.61 atau lebih lama.
Meski eksploitasi Relapse menunjukkan adanya celah yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh akses lebih dalam ke sistem PS5, informasi tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pencurian data pengguna atau serangan jarak jauh.
Temuan yang dijelaskan berfokus pada pemanfaatan kerentanan untuk mendapatkan akses kernel dan menjalankan kode pada konsol yang kompatibel.