← Beranda
Novo Nordisk Bidik Lebih dari 5 Produk Multi-Blockbuster hingga 2030
Muhtamimah• Kamis, 15 Oktober 2026 | 03.13 WIB
Novo Nordisk memperbarui strategi jangka panjang dengan memperkuat riset, meningkatkan kapasitas produksi obat obesitas, dan menargetkan lebih dari 60 juta pasien pada 2030. (Dok. Novo)

JawaPos.com – Perusahaan farmasi asal Denmark, Novo Nordisk, menargetkan peluncuran lebih dari lima produk berstatus multi-blockbuster hingga 2030. Perusahaan juga membidik penjualan dari portofolio produk dalam pipeline lebih dari DKK 150 miliar pada 2035.

Target tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang dipaparkan dalam agenda Capital Markets Day (CMD) 2026 di London. Novo Nordisk berfokus pada pengembangan portofolio produk, pertumbuhan bisnis berkelanjutan, dan pemberian imbal hasil menarik bagi pemegang saham.

Untuk memperkuat lini produknya, perusahaan menargetkan sedikitnya lima program pengembangan klinis fase III di bidang obesitas dan diabetes. Novo Nordisk juga membidik sedikitnya lima program fase III tambahan di bidang terapi lainnya.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pengobatan sekaligus memperkuat daya saing di industri farmasi global. Portofolio produk baru diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Bidik Pertumbuhan dan Perluas Akses Pengobatan

Dari sisi komersial, Novo Nordisk menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan rata-rata atau compound annual growth rate (CAGR) sepanjang periode 2026–2030 yang sejalan dengan perusahaan sejenis di industri farmasi.

Perusahaan juga berencana meningkatkan kapasitas produksi obat obesitas berbasis GLP-1 oral. Langkah tersebut ditujukan untuk memungkinkan perusahaan melayani hingga 10 kali lebih banyak orang dengan obesitas dibandingkan kapasitas yang menjadi acuan saat ini.

Secara keseluruhan, Novo Nordisk menargetkan dapat menjangkau lebih dari 60 juta pasien di seluruh dunia pada 2030. Sasaran tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses pengobatan obesitas dan diabetes di berbagai pasar.

Dari sisi keuangan, perusahaan berencana mempertahankan margin operasional secara umum tetap stabil. Novo Nordisk juga berkomitmen menjaga dividen per saham pada tingkat yang menarik bagi pemegang saham.

Untuk mencapai target tersebut, manajemen menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan riset dan pengembangan (R&D), peningkatan daya saing di berbagai bidang terapi, hingga optimalisasi strategi komersial di Amerika Serikat dan pasar internasional.

Penguatan kapasitas manufaktur dan rantai pasok global juga menjadi bagian penting dari agenda perusahaan. Upaya tersebut diperlukan untuk mendukung pengembangan produk baru sekaligus memenuhi kebutuhan pasien yang terus meningkat.

Perbarui Identitas dan Budaya Perusahaan

Selain memperbarui strategi bisnis, Novo Nordisk juga melakukan penyegaran identitas dan budaya perusahaan. Perusahaan memperkenalkan arah merek baru bertajuk Lasting Health Starts Now serta penggunaan nama tunggal “Novo”.

Perusahaan turut memperbarui budaya kerja melalui konsep The Novo Way. Pembaruan identitas dan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan organisasi dengan ambisi pertumbuhan jangka panjang.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Novo Nordisk berupaya memperkuat posisi bisnis sekaligus memperluas jangkauan terapi untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi lebih banyak orang.

Perusahaan menegaskan bahwa target-target tersebut merupakan ambisi strategis yang memiliki risiko dan ketidakpastian, bukan jaminan pencapaian kinerja keuangan di masa depan.

EDITOR: Hendra