← Beranda
Siapkan Fondasi Infrastruktur Digital Publik, Indonesia Belajar dari India
Nanda Prayoga• Rabu, 30 September 2026 | 03.54 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria saat meninjau Posko Mudik Lebaran 2026 di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/3). (Dok. Komdigi)

JawaPos.com - Indonesia mulai menyiapkan fondasi infrastruktur digital publik yang dapat menjadi penghubung berbagai layanan pemerintah. Dalam prosesnya, pemerintah melihat pengalaman India dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure (DPI) sebagai salah satu rujukan yang dapat dipelajari.

Konsep tersebut memungkinkan sejumlah komponen penting seperti identitas digital, pertukaran data, sistem pembayaran, hingga layanan publik, terhubung dalam satu ekosistem. Pemerintah Indonesia ingin membangun fondasi serupa yang dapat berfungsi sebagai “rel” bagi pengembangan layanan digital di berbagai sektor.

 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan India memiliki pengalaman yang relevan untuk dipelajari Indonesia. Terutama dalam membangun infrastruktur publik digital.

 

Menurutnya kerja sama kedua negara juga dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sejumlah program setelah adanya pertemuan antara para pemimpin Indonesia dan India.

 

“Indonesia memiliki kebutuhan serupa untuk memiliki infrastruktur publik digital yang kuat, dan saat ini kami sedang mengupayakannya,” ujar Wamen Nezar dalam audiensi dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat pada Selasa (29/9).

 

Nezar menjelaskan kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang terintegrasi semakin mendesak karena sistem yang digunakan sejumlah kementerian dan lembaga saat ini masih berjalan secara terpisah.

Perbedaan sistem tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menciptakan layanan pemerintah yang dapat saling terhubung. Karena itu, integrasi menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem layanan publik digital di Indonesia.

“Beberapa kementerian dan lembaga masih memiliki sistem secara terpisah sehingga integrasi menjadi hal yang krusial,” katanya.

Dalam pembelajaran dari India, Indonesia melihat pentingnya membangun fondasi digital yang dapat digunakan sebagai penghubung berbagai layanan. Fondasi tersebut mencakup sejumlah elemen, termasuk sistem identifikasi, mekanisme pembayaran, serta infrastruktur untuk pertukaran data.

Keberadaan fondasi bersama diharapkan membuat pengembangan aplikasi dan layanan pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri. Berbagai layanan nantinya dapat dibangun di atas infrastruktur yang sama sehingga menciptakan ekosistem digital yang lebih terintegrasi.

Menurut Nezar, pengalaman India tidak akan diterapkan begitu saja di Indonesia. Sistem yang telah dikembangkan negara tersebut akan dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tata kelola yang berlaku di Indonesia.

“Kami belajar dari sistem yang diterapkan di India agar bisa diadaptasikan di Indonesia,” tandasnya.

 

EDITOR: Diar Candra