← Beranda
Microsoft Investasi USD 1,7 Miliar di Indonesia, Komdigi Dorong Transfer Teknologi
Nanda Prayoga• Jumat, 25 September 2026 | 18.12 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat. (Komdigi)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong agar komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 miliar tidak hanya memperluas infrastruktur digital.

Investasi itu juga harus memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas teknologi nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan, investasi Microsoft perlu diikuti dengan transfer teknologi dan pengetahuan serta pengembangan sumber daya manusia.

Khususnya yang terkait dengan pengembangan infrastruktur cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan ekosistem digital.

Baca Juga: Microsoft Sebut Lebih Banyak Data Center Harus Dibangun di Inggris untuk Menggerakkan Ekonomi

“Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 miliar di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar Meutya dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, dikutip Jumat (25/9).

Menurut Meutya, penguatan ekonomi digital membutuhkan dukungan infrastruktur yang dapat mengikuti kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

Karena itu, kehadiran investasi teknologi juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi digital di kawasan.

“Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan,” ungkapnya.

Meutya menekankan, investasi di sektor teknologi perlu dibarengi dengan upaya membangun kemampuan di dalam negeri.

Baca Juga: Microsoft Rilis Kode Etik AI, Larang Serangan Siber hingga Deepfake

Kolaborasi dengan Microsoft diharapkan dapat membuka kesempatan bagi institusi, pelaku usaha, pengembang, hingga perusahaan teknologi nasional untuk meningkatkan kompetensi dan mengakses pengetahuan teknologi global.

Ruang kerja sama tersebut meliputi pengembangan AI dan cloud, keamanan siber, serta penerapan tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.

Pemerintah juga menilai pengembangan talenta digital perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri, sehingga keterampilan yang dimiliki dapat terhubung dengan kesempatan kerja dan jenjang karir.

“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia,” tutur Meutya.

Di sektor AI, pemerintah turut menyampaikan perkembangan penyusunan kerangka tata kelola AI nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI.

Baca Juga: OpenAI hingga Microsoft Kompak Peringatkan Ancaman Serangan Siber Berbasis AI

Aturan tersebut disiapkan untuk menciptakan kepastian bagi pengembangan AI yang aman, etis, inklusif, dan bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab,” jelas Meutya.

Selain investasi dan pengembangan teknologi, pertemuan tersebut turut membahas isu keamanan anak di ruang digital.

Komdigi mendorong implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Meutya mengajak Microsoft memperkuat penerapan prinsip keamanan sejak teknologi dirancang.

Baca Juga: Microsoft Lagi Garap Emulator Resmi untuk Semua Generasi Konsol, Game Xbox Lawas Bisa Hidup Lagi?

Sekaligus memastikan pengembangan produk digital dilakukan dengan memperhatikan aspek tanggung jawab dan perlindungan pengguna.

“Kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Meutya.

Pemerintah berharap kemitraan tersebut dapat mendukung agenda transformasi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Terutama melalui peningkatan kemampuan teknologi dan daya saing industri nasional.

“Kami melihat Microsoft sebagai mitra penting dalam memperkuat kapabilitas dan daya saing digital Indonesia. Kami berharap Microsoft terus memperluas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia,” pungkas Meutya.

Baca Juga: Microsoft Dikabarkan Bawa Xbox 360 ke PC, Pemilik Disk Fisik Bisa Dapat Versi Digital

EDITOR: Bayu Putra