JawaPos.com - Dua mantan karyawan TikTok, Melody Chu dan Jing Liu, meluncurkan aplikasi iOS bernama Superpose yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pengguna menentukan pose saat difoto.
Aplikasi tersebut bekerja layaknya kamera dengan fitur panduan AI. Pengguna cukup mengambil swafoto atau memotret teman, kemudian Superpose akan menghasilkan empat pilihan pose yang bisa digunakan sebagai referensi sebelum mengambil foto.
Seperti dilansir dari TechCrunch, Rabu (16/9), Superpose hadir di tengah tren pemanfaatan AI untuk membantu pengguna mempelajari keterampilan fotografi. Tahun lalu, Google memperkenalkan fitur Camera Coach pada ponsel Pixel yang membantu pengguna memahami pembingkaian (framing) dan komposisi.
Kemudian pada Juli lalu, Adobe menghadirkan fitur baru dalam aplikasi kamera eksperimentalnya yang memanfaatkan AI untuk mengkritik foto sekaligus memberikan saran perubahan saat pengguna mengambil gambar.
Superpose sendiri menawarkan pendekatan yang berbeda dengan berfokus pada cara pengguna berpose. Beberapa pose yang dihasilkan tergolong unik atau mencolok, meski terkadang hasilnya dapat terlihat agak ganjil atau tidak natural.
Pengguna dapat menyimpan pose yang dihasilkan atau menggunakan fitur pencocokan pose (match-pose). Fitur tersebut memungkinkan pengguna mencoba menyesuaikan posisi tubuh mereka di dalam bingkai berdasarkan pose yang disarankan aplikasi.
Sebelum mendirikan Superpose, Chu pernah memegang berbagai posisi di bidang produk di sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Meta, Nextdoor, Roblox, TikTok, dan Slack.
Sementara itu, Liu merupakan salah satu insinyur pendiri (founding engineer) di perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pemindaian wajah 3D. Ia kemudian bekerja di TikTok untuk mengembangkan model gambar dan video.
Ide untuk membuat Superpose ternyata berawal dari pengalaman pribadi Chu. Ia mengatakan, suaminya kerap mengambil foto dirinya dengan hasil yang kurang bagus.
"Suami saya selalu mengambil foto saya dengan hasil yang sangat buruk. Ini menjadi masalah nyata dalam pernikahan kami, saya tidak mengerti bagaimana caranya dia membuat saya selalu terlihat begitu jelek di foto. Lalu saya berpikir, pasti ada cara untuk mengatasi masalah ini dengan memanfaatkan kemajuan teknologi computer vision dan AI generatif. Akhirnya, saya memutuskan untuk memulai langkah ini sendiri," ujar Chu kepada TechCrunch.