← Beranda
Prime Video Luncurkan Teknologi Baru,  AI Kini Bisa Bikin Gerak Bibir Aktor Selaras Suara Dubbing
Rian Alfianto• Kamis, 17 September 2026 | 00.22 WIB
Ilustrasi gerak bibir aktor kini bisa menyesuaikan bahasa dubbing dibantu teknologi AI. (Istimewa).

JawaPos.com - Teknologi AI kini mulai digunakan untuk mengatasi salah satu masalah yang paling mudah terlihat dalam film dan serial hasil dubbing: suara sudah berganti bahasa, tetapi gerakan bibir aktor masih mengikuti dialog aslinya.

Prime Video memperkenalkan teknologi lip-sync berbasis AI dan efek visual (VFX) yang dapat menyesuaikan gerakan mulut pemeran dengan audio dubbing yang direkam oleh manusia.

Teknologi ini pertama kali diluncurkan pada serial Maxton Hall pada 9 September 2026 dan telah tersedia secara global untuk musim pertama dan kedua dalam bahasa Inggris.

Bagi penonton, perubahan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, di baliknya terdapat proses teknologi yang mencoba membuat gerakan bibir di layar lebih sesuai dengan dialog yang terdengar.

Selama ini, dubbing memang memungkinkan penonton menikmati film atau serial berbahasa asing tanpa harus membaca subtitle.

Persoalannya, setiap bahasa memiliki struktur kata, panjang kalimat, ritme dan durasi pengucapan yang berbeda.

Akibatnya, gerakan mulut pemeran tidak selalu berakhir bersamaan dengan dialog hasil dubbing.

Ketidaksesuaian kecil itu dapat membuat adegan terlihat kurang alami. Teknologi lip-sync yang dikembangkan Prime Video mencoba mengurangi persoalan tersebut.

Yaitu dengan memanfaatkan AI dan VFX untuk menyesuaikan tampilan gerakan mulut aktor dengan audio versi bahasa lain.

Bukan Sekadar Mengganti Suara

Teknologi ini menarik karena proses dubbing tidak berhenti pada penggantian audio.

Dalam skema konvensional, voice actor merekam dialog yang sudah diterjemahkan dan disesuaikan dengan adegan. Namun, wajah serta gerakan mulut pemeran di layar tetap berasal dari rekaman asli.

Dengan teknologi lip-sync, bagian visual tersebut ikut diproses agar lebih selaras dengan suara dubbing.

Hasil akhirnya ditujukan untuk membuat penonton merasa bahwa dialog yang didengar lebih menyatu dengan ekspresi dan gerakan pemeran.

Prime Video menekankan bahwa audio dubbing dalam teknologi ini tetap berasal dari manusia. AI dan VFX berfungsi mendukung proses visual, bukan menggantikan voice actor.

Raf Soltanovich, Vice President of Technology di Prime Video dan Amazon MGM Studios, mengatakan pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengalaman menonton konten global.

"Di Prime Video, kami terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai teknologi baru yang dapat meningkatkan pengalaman menonton bagi pelanggan kami," ujar Raf Soltanovich.

Menurut Soltanovich, teknologi lip-sync juga ditujukan untuk membantu filmmaker menjangkau audiens yang lebih luas tanpa melepaskan kendali kreatif atas karya mereka.

"Melalui teknologi Lip-syncing, kami menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif dan menyeluruh bagi pelanggan untuk menikmati konten global. Dan bagi para filmmaker, kami membantu cerita mereka menjangkau audiens yang lebih luas secara global, dengan tetap berada di bawah pengawasan kreatif untuk memastikan visi artistik mereka tetap terjaga," lanjutnya terkait teknologi baru tersebut. 

AI Tidak Menghapus Peran Voice Actor

Penggunaan AI dalam proses ini tidak berarti industri dubbing sepenuhnya beralih ke mesin.

Prime Video menyebut teknologi tersebut tetap melibatkan voice actor, dubbing director, penerjemah dan berbagai profesional lain dalam proses lokalisasi.

Bahkan, penerapan teknologi lip-sync membutuhkan tambahan pengawasan untuk menjaga kualitas hasil akhirnya.

Peran seperti QA review dan VFX supervision menjadi bagian dari proses tersebut. Dengan kata lain, AI justru ditempatkan sebagai salah satu alat dalam rantai produksi yang masih membutuhkan campur tangan manusia.

Para pemeran dan tim kreatif Maxton Hall juga dilibatkan dalam pengembangan teknologi ini melalui kolaborasi dengan Prime Video.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena perubahan pada wajah dan gerakan aktor menyentuh aspek visual yang berkaitan langsung dengan karya asli.

Karena itu, pengawasan kreatif tetap diperlukan agar teknologi tidak mengubah maksud sebuah adegan secara berlebihan.

Maxton Hall sendiri menjadi judul pertama yang mendapatkan fitur lip-sync tersebut. Serial Original Internasional ini merupakan salah satu tayangan Prime Video yang paling banyak ditonton.

Teknologi tersebut telah diterapkan pada musim pertama dan kedua dan tersedia secara global dalam bahasa Inggris.

Prime Video juga berencana menggunakannya pada musim ketiga, yang menjadi musim terakhir serial tersebut dan dijadwalkan tayang pada 9 Desember mendatang.

Ke depan, teknologi serupa direncanakan hadir pada lebih banyak judul. Jika penggunaannya diperluas, teknologi lip-sync berpotensi menjadi bagian baru dari proses lokalisasi film dan serial. 

Penonton di berbagai negara dapat memperoleh pilihan dubbing dengan ketidaksesuaian visual yang lebih sedikit, sementara konten berbahasa non-Inggris memiliki peluang menjangkau pasar internasional yang lebih luas.

Prime Video juga menyebut perluasan akses terhadap konten global berpotensi meningkatkan permintaan terhadap tayangan berbahasa non-Inggris.

Hal itu pada akhirnya dapat menciptakan kebutuhan lebih besar terhadap filmmaker dan berbagai tenaga profesional yang terlibat dalam produksi serta lokalisasi konten sesuai pasarnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra