JawaPos.com - Hampir tiga dekade setelah membangun Google dari sebuah garasi, Sergey Brin kembali turun ke garis depan pengembangan kecerdasan buatan perusahaan. Dia kini banyak bekerja dari area dapur kecil di gedung Gradient Canopy, Mountain View, California, tempat sejumlah pemimpin teknis Google berkumpul untuk mengambil keputusan penting terkait Gemini.
Di lantai dua gedung Gradient Canopy, ruang kecil dengan mesin espresso, kulkas, penggiling kopi, dan meja berbentuk U itu menjadi tempat Brin bekerja bersama sejumlah pemimpin teknis. CEO Google Sundar Pichai disebut beberapa kali datang setiap pekan.
Ruang yang awalnya menjadi tempat istirahat itu kini berfungsi seperti unit rintisan di dalam raksasa teknologi Google, dengan keputusan penting Gemini dibuat lebih cepat dan lebih sedikit terhambat birokrasi.
Dilansir dari Business Insider, Jumat (11/9/2026), pengaruh Brin terhadap Gemini meningkat setelah perombakan Google DeepMind. Demis Hassabis melepaskan jabatan CEO dan menjadi kepala ilmuwan Alphabet, sementara Koray Kavukcuoglu ditunjuk sebagai wakil presiden senior Google DeepMind.
Kepala ilmuwan Google Jeff Dean juga meninggalkan perusahaan setelah 27 tahun. Delapan karyawan aktif dan mantan karyawan mengatakan Brin kini semakin berpengaruh karena mampu menggalang sumber daya dan memangkas jalur birokrasi.
Baca Juga: Sergey Brin Kembali Pegang Kendali AI Google, Dorong Gemini Bisa Kembangkan Diri
Google sendiri tengah menghadapi tekanan untuk mengejar perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic. Reuters melaporkan pada Agustus bahwa Gemini sempat melampaui pesaing pada akhir 2025, tetapi kembali tertinggal setelah pembaruan dari rival. Versi unggulan Gemini berikutnya bahkan ditunda dua bulan setelah pengujian internal menunjukkan kinerja yang masih tertinggal, terutama dalam kemampuan pemrograman.
Brin kemudian mendorong tim agar bekerja lebih cepat dan fokus pada recursive self-improvement, ketika sistem AI dapat meningkatkan kemampuannya dengan semakin sedikit campur tangan manusia. Bagi sebagian orang di Google, kembalinya Brin dianggap sebagai upaya mengatasi masalah yang muncul sejak penggabungan Google Brain dan DeepMind pada 2023.
Dua organisasi itu memiliki budaya berbeda: Brain lebih dekat dengan pengembangan produk, sedangkan DeepMind lebih berorientasi pada riset jangka panjang. Seorang mantan karyawan menggambarkan persoalannya sebagai ketegangan antara "taruhan riset 10 tahun" dan kebutuhan memenangkan perlombaan dalam horizon "3–6 bulan".
Brin tidak memiliki jabatan eksekutif, tetapi posisimya sebagai pendiri memberinya pengaruh yang sulit ditandingi. Seorang mantan pegawai senior mengatakan, "Koray Kavukcuoglu memiliki kekuasaan yang lebih jelas dalam hierarki, tetapi Sergey adalah pendiri Google. Dia mampu memangkas birokrasi dan membereskan hambatan dengan cara yang tidak bisa dilakukan orang lain."
Kekuatan itu juga terlihat dalam perebutan sumber daya komputasi. Akses terhadap cip Google tidak selalu mudah, bahkan bagi tim Gemini. Jalur resmi mengharuskan pengajuan dokumen dan persetujuan atasan, sedangkan kesepakatan lintas tim dapat menjadi jalan alternatif.
Menurut sumber Business Insider, Brin menjadi jalur informal lain untuk mendapatkan dukungan. Reuters juga melaporkan keterbatasan kapasitas komputasi dan pasokan Tensor Processing Unit (TPU) sebagai salah satu hambatan pengembangan model Google.
Brin juga terlibat langsung dalam persoalan teknis, mulai dari ukuran model, waktu peluncuran hingga arah menuju kecerdasan umum buatan. Dia pernah mendorong penggunaan perangkat lunak untuk memantau aktivitas sebagian karyawan saat menulis kode sebagai teknik pembelajaran penguatan bagi kemampuan pemrograman Gemini.
Di sisi lain, keputusan Brin memangkas proyek cip bernama Frozen pada 2025 disebut membuat Jeff Dean frustrasi. Proyek itu kemudian dihidupkan kembali sebagai Frozen v2, sebelum sebagian sumber dayanya kembali dikurangi. Dean akhirnya meninggalkan Google pada Agustus 2026 untuk mendirikan perusahaan rintisan.
Gaya Brin juga tidak selalu diterima semua pegawai. Dalam memo internal pada 2025, dia menyebut bekerja sekitar 60 jam per pekan sebagai "titik optimal produktivitas." Fortune turut melaporkan bahwa Brin juga mendorong pekerja Gemini hadir di kantor setiap hari karena dia yakin Google masih dapat memenangkan perlombaan menuju kecerdasan buatan umum.
Baca Juga: Sergey Brin Bongkar Gemini Sempat Dilarang Dipakai untuk Coding di Google
Di forum AGI House, Brin menggambarkan perannya bersama Kavukcuoglu dengan mengatakan, "Saya akan jujur, saya agak suka membuat keributan," serta mengaku kerap "memancing dan mendorong" tim ketika tidak puas dengan arah mereka.
Kini, perubahan struktur Google semakin memusatkan pengambilan keputusan AI di Mountain View. Brin sendiri pernah menjelaskan alasan kembalinya ke dunia AI dengan kalimat, "Sebagai ilmuwan komputer, saya belum pernah melihat sesuatu yang semenarik kemajuan AI dalam beberapa tahun terakhir."
Sementara itu, analis teknologi Gil Luria mengatakan Google membutuhkan terobosan besar agar kembali ke posisi terdepan. "Tanpa itu, semuanya hanya bersifat taktis, dan mereka akan terus mengejar," ujarnya.
Dari garasi tempat Google lahir hingga dapur kecil tempat Gemini kini digodok, Brin kembali mempertaruhkan pengaruh pendirinya untuk memastikan perusahaan yang dia bangun tidak hanya menjadi pemilik teknologi AI, tetapi juga salah satu penentu arah perkembangannya.