JawaPos.com - John Ternus akhirnya tampil sebagai wajah utama Apple. CEO baru perusahaan teknologi bernilai sekitar USD 4,5 triliun itu memimpin acara tahunan peluncuran produk pada Rabu (9/9), sekaligus menjalani ujian publik pertamanya setelah menggantikan Tim Cook. Momentum itu ditandai pengenalan iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (10/9/2026), Apple membuka acara tahunan di Cupertino dengan video bergaya trailer film. Tim Cook muncul lewat rekaman suara dan seolah memperkenalkan pemeran utama yang sejak awal dibuat misterius.
"Kamera mengikuti sosok misterius sebelum memperlihatkan tokoh utama. Bukan saya. Dia orangnya. Dialah yang akan membuka acara ini," kata Cook. Kamera kemudian mengarah kepada John Ternus, yang untuk pertama kalinya tampil sebagai CEO Apple dalam acara besar perusahaan.
Ternus lalu menyampaikan pernyataan pertamanya sebagai pemimpin Apple di panggung utama. "Saya ingin meluangkan waktu untuk menyampaikan betapa luar biasanya kehormatan mewakili tim-tim luar biasa di Apple. Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya di perusahaan ini, dan setiap hari saya terus terinspirasi oleh rasa ingin tahu, penemuan, serta upaya tanpa henti mengejar keunggulan yang menjadi ciri Apple," ujarnya.
Baca Juga: Robot Humanoid Mulai Masuk ke Kehidupan Sehari-hari, dari Cuci Baju hingga Backflip di IFA 2026
Ternus memang bukan sosok baru di balik produk Apple. Dia bergabung pada 2001, menjadi wakil presiden bidang rekayasa perangkat keras pada 2013, lalu memimpin seluruh divisi tersebut pada 2021. Selama 25 tahun di Apple, Ternus lebih dikenal sebagai sosok yang bekerja di balik layar dan jarang tampil di hadapan publik.
Dia dikenal tenang serta sangat memperhatikan detail. Gaya itu membuat penampilannya berbeda dari Steve Jobs yang teatrikal maupun Cook yang lebih tenang dan pragmatis.
Meski begitu, panggung pertamanya membawa simbol yang besar. Hampir satu jam setelah acara dimulai, Ternus mengucapkan, "Sebenarnya, masih ada satu hal lagi..." Dia kemudian mengeluarkan perangkat dari saku belakang celana jinnya dan berkata sambil tersenyum, "Ini iPhone Duo." Cara tersebut menghidupkan kembali tradisi "one more thing" yang lekat dengan era Jobs.
Iphone Duo sendiri hadir dengan layar yang lebih lebar dan kamera multidireksional. Saat dibuka, perangkat itu memiliki layar internal 7,6 inci, sedangkan layar luar berukuran 5,4 inci. Apple membanderolnya mulai USD 1.999 atau sekitar Rp35 juta dengan kurs Rp17.510 per dolar AS, menjadikannya produk premium sekaligus langkah Apple memasuki pasar ponsel lipat yang telah lebih dahulu digarap sejumlah pesaing.
Berbeda dari narasi Jobs ketika memperkenalkan iPhone pertama pada 2007, Ternus tidak menggambarkan Duo sebagai revolusi yang mengubah segalanya. Dia mengatakan perangkat itu "akan mendefinisikan kembali pengalaman menggunakan ponsel lipat."
Apple sendiri menyebut Duo sebagai perubahan paling transformatif pada iPhone sejak generasi pertama, sementara desainnya diarahkan untuk memperluas pengalaman iPhone tanpa meninggalkan karakter perangkat tersebut.
Analis Technalysis Research Bob O’Donnell menilai waktu pengenalan itu memiliki makna strategis. "Produk seperti iPhone lipat yang telah lama diperkirakan memang sudah dikerjakan selama beberapa waktu, tetapi fakta bahwa John Ternus, sebagai CEO baru, yang memperkenalkannya kepada dunia sangat simbolis karena menunjukkan dimulainya era produk baru yang lebih menarik di bawah kepemimpinannya," katanya.
Namun, Ternus mewarisi standar yang sangat tinggi. Jobs pernah memperkenalkan iPhone sebagai "produk revolusioner yang hadir sesekali dan mengubah segalanya", sedangkan Cook membangun Apple menjadi perusahaan bernilai triliunan dolar dengan pendekatan operasional dan komersial yang kuat.
Baca Juga: Dari Arena Robot ke Medan Perang, Tiongkok Siapkan Humanoid untuk Tempur
Ketika ditunjuk sebagai penerus, Ternus menyatakan dirinya "sangat bersyukur" dapat "meneruskan misi Apple", serta mengaku beruntung pernah bekerja di bawah Jobs dan menjadikan Cook sebagai mentor.
Karena itu, iPhone Duo menjadi lebih dari sekadar produk baru. Analis Forrester Dipanjan Chatterjee menilai warisan tersebut "sekaligus menjadi keuntungan dan beban" bagi Ternus.
Dia harus mempertahankan skala bisnis dan kemampuan monetisasi era Cook, sambil membawa Apple menuju teknologi baru di luar ponsel. "Keynote pertamanya akan menentukan arah visi Ternus mengenai masa depan Apple," kata Chatterjee.
Cook sendiri menggambarkan penerusnya memiliki "pikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas dan kehormatan."