JawaPos.com - Google resmi mempercepat jadwal pembaruan Chrome. Setelah sebelumnya menggunakan siklus rilis setiap empat minggu, peramban tersebut kini mendapatkan pembaruan setiap dua minggu, sesuai dengan rencana yang diumumkan perusahaan pada awal tahun ini.
Seperti dilansir dari TechCrunch, perubahan tersebut ditandai dengan peluncuran Chrome 153 untuk perangkat desktop, iOS, dan Android pada Selasa (8/9). Google menyebut percepatan siklus rilis ini berkaitan erat dengan strategi keamanan Chrome yang terus berkembang di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI).
Google menjelaskan, semakin banyaknya patch dan pembaruan yang dibutuhkan, baik akibat penggunaan alat AI otomatis maupun laporan bug dari komunitas, membuat siklus rilis yang lebih singkat diperlukan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengelola dan mendistribusikan perbaikan keamanan kepada pengguna dengan lebih cepat.
Baca Juga: Ingin Gigi Terlihat Lebih Putih? Ini 7 Cara Alami yang Bisa Dicoba
Langkah tersebut juga dinilai penting karena ancaman keamanan siber saat ini dapat berkembang dalam waktu singkat. Sebagian ancaman bahkan turut didorong oleh pemanfaatan AI. Dengan memperpendek jeda antara penerapan perbaikan pada codebase publik dan distribusinya kepada pengguna, Chrome dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menutup celah keamanan.
Jadwal rilis dua minggu juga membantu meminimalkan celah patch yang dikenal sebagai "N-day". Istilah tersebut merujuk pada periode antara saat sebuah kerentanan keamanan diketahui hingga perbaikan untuk kerentanan tersebut diterapkan kepada pengguna.
Selain aspek keamanan, siklus pembaruan yang lebih cepat memungkinkan Google menghadirkan fitur baru di Chrome dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini menjadi semakin penting di tengah persaingan peramban yang semakin ketat, terutama setelah perkembangan teknologi AI mendorong munculnya berbagai peramban baru.
Meski peramban milik OpenAI, ChatGPT Atlas, telah dihentikan, Chrome masih menghadapi persaingan dari sejumlah peramban lain. Beberapa di antaranya yakni Brave, Dia, Opera Neon, Comet dari Perplexity, hingga peramban DuckDuckGo.
Baca Juga: Rezeki Mengalir Seperti Air, 7 Weton Ini Disebut Punya Watak Pembawa Keberuntungan
Google sendiri tengah bereksperimen dengan semakin banyak fitur berbasis AI di Chrome. Pengembangan dan penyempurnaan fitur tersebut secara cepat turut membutuhkan mekanisme pembaruan yang lebih sering agar teknologi dapat segera diterima pengguna.
Perubahan siklus rilis Chrome juga diperkirakan berdampak terhadap ekosistem web secara lebih luas. Sebagai peramban yang paling banyak digunakan di dunia, perubahan yang dilakukan Chrome berpotensi menjadi acuan bagi industri.
Mozilla, Microsoft, dan Brave disebut telah mulai mengadopsi jadwal pembaruan dua mingguan yang lebih cepat, mengikuti langkah Chrome.
Percepatan ini bukan kali pertama Chrome mengubah jadwal rilisnya untuk mempercepat distribusi pembaruan keamanan. Pada 2021, Google memangkas siklus rilis Chrome dari enam minggu menjadi empat minggu.
Langkah tersebut merupakan bagian dari prinsip "rilis lebih awal, rilis lebih sering" (release early, release often) yang telah diterapkan Chrome sejak lebih dari satu dekade lalu.