← Beranda
Dibayangi Denda USD 1 Miliar, Google Ubah Cara Kerja Layanan Pencarian di Eropa
Nanda PrayogaRabu, 9 September 2026 | 20.36 WIB
Ilustrasi aplikasi Google. (The Telegraph)

 

JawaPos.com - Google berencana mengubah tampilan dan cara kerja layanan Pencariannya di Uni Eropa (UE). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi aturan Digital Markets Act (DMA) sekaligus menghindari sebagian dari denda yang dijatuhkan Komisi Eropa.

Total denda yang dihadapi Google mencapai sekitar EUR 890 juta atau USD 1 miliar. Salah satu sanksi tersebut bernilai EUR 460 juta atau sekitar USD 534 juta karena Google dituding menyalahgunakan posisi dominannya di pasar mesin pencari.

Seperti dilansir dari Engadget, Komisi Eropa menilai Google memberikan perlakuan lebih menguntungkan terhadap layanan miliknya sendiri dalam hasil pencarian. Praktik tersebut dikenal sebagai self-preferencing dan menjadi salah satu hal yang dilarang dalam penerapan DMA.

Aturan tersebut mengharuskan perusahaan teknologi besar untuk tidak memberikan peringkat yang lebih menguntungkan kepada layanan mereka sendiri dibandingkan layanan pihak ketiga.

Baca Juga: Polda Lampung Perkuat Pencari 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Google sebenarnya telah memaparkan sejumlah rencana perubahan pada layanan Pencariannya untuk memenuhi DMA sejak Maret 2024. Namun, pada bulan yang sama, Komisi Eropa mulai menyelidiki Google, Apple, dan Meta terkait dugaan pelanggaran aturan tersebut.

Dalam kasus Google, salah satu praktik yang menjadi sorotan adalah penempatan informasi dari Google Flights di atas layanan pesaing ketika pengguna melakukan pencarian terkait perjalanan.

Setahun kemudian, Komisi Eropa menjatuhkan denda pertama kepada Google atas dugaan praktik self-preferencing tersebut. Sementara itu, laporan pada Oktober 2025 menyebut Google telah menawarkan sejumlah perubahan pada tampilan hasil pencarian untuk memenuhi ketentuan yang berlaku di UE.

Kini, Google kembali menyiapkan perubahan terhadap sistem Pencariannya di kawasan tersebut.

Perubahan terbaru yang disiapkan Google akan membuat satu layanan mesin pencari khusus tampil di bagian atas halaman hasil pencarian. Setelah itu, dua layanan mesin pencari lainnya akan ditampilkan dengan informasi yang lebih terbatas.

Sementara itu, fitur carousel yang menampilkan informasi mengenai hotel, maskapai penerbangan, hingga restoran akan ditempatkan di bagian bawah halaman. Namun, fitur tersebut tidak lagi dilengkapi sejumlah informasi utama, termasuk harga secara real-time.

Layanan mesin pencari khusus yang dimaksud mencakup situs seperti Expedia dan Hotels.com. Platform tersebut dikenal sebagai vertical search services, yakni layanan yang secara khusus membantu pengguna mencari, membandingkan, dan menemukan informasi dalam kategori tertentu.

Dengan perubahan ini, pengguna Google di Eropa berpotensi lebih sering melihat situs agregator dan layanan perbandingan harga dalam hasil pencarian. Sementara itu, situs web milik bisnis secara langsung dapat berada di posisi yang lebih rendah.

Baca Juga: Drone Bawah Laut Ditemukan, IRGC: Teknologi AS Tak Bisa Hindari Sistem Pengawasan Iran di Hormuz

Meski demikian, Google masih memiliki kendali terhadap urutan hasil pencarian tersebut. Reuters melaporkan bahwa peringkat layanan akan tetap ditentukan oleh algoritma Google.

Komisi Eropa telah memberikan waktu 60 hari kepada Google untuk mematuhi aturan tersebut. Namun, perusahaan belum menetapkan jadwal pasti kapan perubahan itu akan mulai diterapkan kepada pengguna di Eropa.

Di sisi lain, Google menilai perubahan tersebut justru berpotensi menurunkan kualitas pengalaman pengguna. Perusahaan bahkan menyebut penyesuaian terbaru itu dapat menjadi penurunan kualitas layanan terbesar dalam sejarah mesin pencari Google.

"Perubahan ini menurunkan kualitas pengalaman pengguna bagi masyarakat Eropa, menguntungkan perantara daring dengan mengorbankan bisnis lokal, serta menghilangkan fitur-fitur bermanfaat yang diandalkan orang setiap hari," ujar Nick Fox, Wakil Presiden Senior bidang Pengetahuan dan Informasi Google.

Google juga mengklaim perubahan yang sebelumnya dilakukan untuk memenuhi DMA telah memberikan dampak terhadap bisnis di Eropa.

Menurut perusahaan, penyesuaian sistem pencarian tersebut menyebabkan penurunan sekitar 30 persen pada lalu lintas pemesanan langsung secara gratis menuju bisnis-bisnis di Eropa.

Google memperkirakan lalu lintas tersebut masih akan mengalami penurunan setelah perubahan terbaru diterapkan.

Perusahaan teknologi itu juga berpendapat bahwa aturan DMA dapat menguntungkan layanan perantara daring, tetapi pada saat yang sama membuat bisnis lokal kehilangan akses langsung kepada calon pelanggan.

Namun, Komisi Eropa berpandangan bahwa penerapan DMA diperlukan untuk menciptakan persaingan yang lebih adil antara perusahaan teknologi besar dan layanan pihak ketiga.

Perselisihan antara regulator UE dan perusahaan-perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat pun masih berlanjut seiring penerapan aturan tersebut.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan