JawaPos.com - Robot humanoid Mornine yang dikembangkan AiMOGA Robotics mencatat pencapaian baru di industri robotika. Mornine diklaim menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memperoleh tiga sertifikasi dan standar Uni Eropa untuk aspek hardware dan software, yakni CE-MD, EN 18031, dan CE-RED.
Pencapaian tersebut memperkuat kesiapan Mornine untuk memasuki pasar Eropa sekaligus menunjukkan kemampuan robot humanoid asal China dalam memenuhi standar keselamatan, keamanan siber, perlindungan data, serta komunikasi perangkat.
Selain sertifikasi Uni Eropa, Mornine juga telah mengantongi FCC (Federal Communications Commission) dari Amerika Serikat. Seluruh rangkaian pengujian tersebut dilakukan melalui penilaian TÜV Rheinland, lembaga pengujian dan sertifikasi independen yang beroperasi secara global.
Tiga Sertifikasi Utama Mornine
CE-MD (Machinery Safety Directive) mencakup aspek keselamatan mekanis, kelistrikan, dan fungsional.
Penilaian juga meliputi desain mekanis, sistem, serta integrasi hardware dan software untuk memastikan pengoperasian robot memenuhi standar keselamatan.
Sementara itu, EN 18031 berkaitan dengan keamanan siber dan perlindungan data. Mornine memenuhi EN 18031-1:2024 untuk cybersecurity dan EN 18031-2:2024 untuk data protection.
Adapun CE-RED (Radio Equipment Directive) menguji kompatibilitas elektromagnetik serta stabilitas sinyal perangkat komunikasi.
Standar ini penting untuk memastikan robot dapat beroperasi secara stabil di lingkungan komersial.
Sedangkan sertifikasi FCC mencakup persyaratan teknis terkait frekuensi radio dan interferensi elektromagnetik pada perangkat komunikasi nirkabel.
President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing dalam pernyataannya, Senin (7/9), mengatakan sertifikasi tersebut bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi menjadi bagian penting sebelum teknologi robotika diterapkan di dunia nyata.
"Keselamatan, keandalan sistem, dan perlindungan data menjadi prioritas AiMOGA dalam mengembangkan robot humanoid yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan," kata Zhang Guibing.
Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Potensial
AiMOGA menyebut produk dan solusi robotikanya telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario penggunaan nyata di berbagai sektor industri.
Mornine sendiri telah digunakan di jaringan diler otomotif di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan. Secara global, AiMOGA telah memperluas kehadirannya ke lebih dari 60 negara dan wilayah.
Di Asia Tenggara, perusahaan tersebut juga memperkuat ekspansi melalui Indonesia dan Malaysia, serta mengikuti Automation Thailand dan menghadirkan AI Robot Experience Center di Vietnam.
Kemampuan Mornine turut diperlihatkan dalam World Robot Conference (WRC) 2026 di Beijing. AiMOGA menampilkan penerapan robot secara real-time dalam sejumlah lingkungan, mulai dari ruang publik hingga jaringan diler otomotif.
Dalam industri otomotif, Mornine dapat menjalankan fungsi seperti menyambut tamu, memberikan panduan, melayani konsultasi, serta berinteraksi dengan pelanggan.
Dengan pengalaman tersebut, AiMOGA melihat Indonesia sebagai salah satu pasar potensial untuk pengembangan teknologi robot humanoid.
Penerapannya tidak hanya terbatas pada industri otomotif, tetapi juga berpeluang masuk ke sektor ritel, layanan kesehatan, pelayanan publik, serta berbagai aktivitas operasional yang membutuhkan interaksi manusia dan teknologi.
Dengan kombinasi sertifikasi internasional dan pengalaman penggunaan di berbagai negara, AiMOGA terus memperluas pengembangan robot humanoid untuk kebutuhan komersial sekaligus memperkuat posisi di pasar robotika global.