JawaPos.com - Google terus memperluas integrasi kecerdasan buatan (AI) ke berbagai layanannya. Terbaru, agen AI personal Gemini Spark kini dapat terhubung dengan Google Photos untuk membantu pengguna mengelola koleksi foto secara lebih otomatis.
Seperti dilansir dari TechCrunch, melalui integrasi tersebut, pengguna dapat meminta Gemini Spark melakukan berbagai tugas di Google Photos. Mulai dari mengedit gambar, menyusun album, hingga membuat shared album secara otomatis berdasarkan foto-foto favorit pengguna.
Tak hanya itu, Gemini Spark juga dapat menjalankan berbagai alur kerja (workflow) berdasarkan perintah pengguna. Salah satu contohnya adalah mengubah foto selebaran konser menjadi jadwal yang dapat dimasukkan ke kalender.
Pimpinan Google Photos Shimrit Ben-Yair mengumumkan kemampuan tersebut melalui unggahan di X pada Kamis malam. Dia mengatakan fitur-fitur baru itu akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang.
Baca Juga: Tiket Ragunan Akan Naik Jadi Rp 10.000, DPRD Anggap Wajar Masih Lebih Murah dari Ancol dan TMII
Untuk tahap awal, fitur tersebut tersedia bagi pelanggan Gemini AI Pro dan Ultra yang memenuhi syarat di Amerika Serikat. Penggunaan fitur juga dibatasi untuk layanan dalam bahasa Inggris.
Google belum mengungkapkan apakah integrasi Gemini Spark dengan Google Photos akan tersedia di negara lain atau kapan peluncuran internasional tersebut dilakukan.
Kehadiran kemampuan baru ini menjadi bagian dari upaya Google membuat teknologi AI lebih relevan bagi konsumen. Alih-alih hanya menawarkan kemampuan yang bersifat eksperimental, Google mencoba memasukkan AI ke dalam aktivitas sehari-hari, termasuk mengelola koleksi foto yang jumlahnya semakin besar.
Dengan bantuan Gemini Spark, tugas-tugas yang sebelumnya harus dilakukan secara manual dapat dikerjakan melalui perintah dalam bahasa alami. Pengguna cukup memberikan instruksi tanpa harus mengatur foto satu per satu.
Langkah Google tersebut juga hadir ketika industri AI mulai menghadapi tantangan dalam menjelaskan manfaat teknologi tersebut kepada masyarakat. CEO OpenAI Sam Altman, misalnya, mengatakan kepada Bloomberg pada pekan ini bahwa industri AI telah "gagal total" dalam mengomunikasikan manfaat teknologi tersebut kepada konsumen.
Kondisi itu turut memicu reaksi negatif dari berbagai komunitas di sejumlah negara. Karena itu, perusahaan-perusahaan AI kini berlomba menunjukkan penggunaan praktis teknologi mereka melalui berbagai fitur baru.
Meski demikian, sejumlah kemampuan yang ditawarkan Gemini Spark sebenarnya bukanlah sesuatu yang sepenuhnya revolusioner. Membuat album foto atau mengedit gambar, misalnya, merupakan fungsi yang sudah tersedia di berbagai layanan.
Baca Juga: Minat Produk USD Meningkat, Proteksi di Era Global Makin Dibutuhkan
Namun, persaingan ketat di industri AI membuat perusahaan teknologi terus memperkenalkan fitur berbasis AI, termasuk untuk peningkatan yang relatif kecil. Integrasi dengan layanan populer seperti Google Photos menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Untuk menggunakan Gemini Spark bersama Google Photos, pengguna terlebih dahulu harus menghubungkan akun Google Photos ke Gemini. Setelah itu, aktifkan Spark melalui bagian atas aplikasi Gemini dan masukkan perintah sesuai tugas yang ingin dilakukan.
Dengan integrasi tersebut, Google berharap Gemini Spark tidak sekadar menjadi chatbot, tetapi berkembang menjadi agen AI yang dapat membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan secara langsung di dalam ekosistem layanannya.