← Beranda
Google DeepMind Rilis WeatherNext 3, Model AI Baru yang Bikin Prakiraan Cuaca Makin Akurat
Nanda PrayogaSabtu, 5 September 2026 | 03.53 WIB
Google DeepMind. (Reuters)

JawaPos.com - Google DeepMind merilis WeatherNext 3, model cuaca berbasis kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk menghasilkan prakiraan lebih detail dan akurat.

Model ini menawarkan peningkatan pada sejumlah parameter cuaca, seperti suhu, kelembapan, kecepatan angin, curah hujan, hingga radiasi matahari.

Seperti dilansir dari Engadget, WeatherNext 3 terutama ditujukan untuk membantu sektor yang membutuhkan informasi cuaca secara presisi.

Salah satunya adalah industri energi terbarukan, yang dapat memanfaatkan data tersebut untuk memperkirakan produksi listrik dari pembangkit tenaga angin maupun surya.

DeepMind menyebut model ini mampu memprediksi kecepatan angin pada ketinggian 100 meter, atau kurang lebih setara dengan ketinggian turbin angin. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan potensi produksi energi angin secara lebih akurat.

Untuk pembangkit listrik tenaga surya, WeatherNext 3 juga menyediakan data dengan resolusi tinggi mengenai tutupan awan dan tingkat radiasi matahari.

Data tersebut dapat membantu operator menentukan dan menyesuaikan operasional pembangkit berdasarkan kondisi cuaca.

Resolusi Prakiraan Naik Signifikan

Salah satu peningkatan utama WeatherNext 3 terletak pada resolusi prakiraannya. Model ini mampu menghasilkan prakiraan per jam menggunakan kisi berukuran 5 x 5 kilometer.

Sebagai perbandingan, WeatherNext 2 menggunakan kisi berukuran 25 x 25 kilometer. Artinya, versi terbaru dapat memberikan gambaran kondisi cuaca pada wilayah yang jauh lebih kecil.

Peningkatan tersebut didukung perubahan pada sumber data yang digunakan dalam proses pelatihan.

WeatherNext 3 tidak hanya mengandalkan data dari model prediksi cuaca numerik yang umumnya diperbarui dengan jeda sekitar enam jam.

DeepMind menggabungkan data satelit secara langsung dengan sistem tersebut. Dengan begitu, model mendapatkan "gambaran atmosfer yang kaya dan terus diperbarui" untuk menghasilkan prakiraan.

WeatherNext 3 juga mampu memanfaatkan data dari berbagai stasiun cuaca. Kemampuan ini penting untuk memprediksi variabel seperti kelembapan yang dapat mengalami perubahan signifikan meski jaraknya hanya sekitar satu kilometer.

Prediksi Hujan dan Salju Lebih Akurat

Google DeepMind turut menggabungkan data curah hujan dari NASA dengan analisis satelit milik Google.

Kombinasi tersebut membantu WeatherNext 3 meningkatkan kemampuan dalam memperkirakan fenomena seperti hujan dan salju.

DeepMind mengklaim model terbaru tersebut mampu menghasilkan prakiraan curah hujan hingga 50 persen lebih akurat.

Peningkatan paling besar disebut terjadi di wilayah yang sebelumnya memiliki tingkat keandalan prakiraan relatif rendah.

Kemampuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi berbagai aktivitas yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama ketika perubahan curah hujan perlu diprediksi secara lebih tepat.

Bakal Hadir di Berbagai Layanan Google

WeatherNext 3 akan digunakan untuk mendukung sejumlah layanan Google. Model tersebut akan menjadi bagian dari fitur informasi cuaca di Google Search, aplikasi Gemini, dan Google Maps.

Selain layanan konsumen, teknologi ini juga akan tersedia melalui Google Maps Weather API dan Google Earth Engine sehingga pengembang serta organisasi dapat memanfaatkan informasi cuaca tersebut untuk kebutuhan mereka.

Google juga menyediakan akses bagi pengguna yang ingin bereksperimen dengan kemampuan WeatherNext 3 melalui Weather Lab.

Sementara itu, model WeatherNext generasi pertama telah tersedia sebagai perangkat lunak sumber terbuka sejak Agustus 2026.

Langkah tersebut memberikan kesempatan bagi pengembang untuk mengeksplorasi dan membangun aplikasi berbasis model prakiraan cuaca milik Google.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra