JawaPos.com — Meningkatnya mobilitas internasional membuat kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan bandara.
Petugas yang berhadapan langsung dengan penumpang dituntut mampu memberikan informasi, menangani keluhan, hingga melakukan service recovery dalam bahasa Inggris dengan cepat dan tepat.
Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Baca Juga: InJourney dan Sarinah Perkuat UMKM, Didorong Masuk ke Ekosistem Pariwisata
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menggandeng ELSA Business untuk memperkuat kompetensi bahasa Inggris karyawan melalui program Multilanguage with AI-Powered Coaching. Program ini menjadi pelatihan wajib bagi unit Customer Handling Service di sembilan bandara.
Learning and Development Group Head InJourney Airports, Hary Budi Waluyo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, peningkatan kualitas layanan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kemampuan karyawan dalam berinteraksi dengan pelanggan.
“Transformasi layanan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kualitas interaksi yang diberikan setiap karyawan kepada pelanggan. Kolaborasi ini secara langsung mendukung transformasi bisnis dan peningkatan kualitas layanan berstandar internasional yang menjadi misi strategis kami,” katanya.
Baca Juga: Konsolidasi 120 Hotel BUMN Memasuki Babak Baru di Bawah InJourney Hospitality
Program tersebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan speech recognition untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta. Customer Handling Officers berlatih menghadapi berbagai situasi yang umum terjadi di bandara, mulai dari memberikan informasi kepada penumpang internasional, menangani keluhan, hingga melakukan service recovery.
Sementara itu, karyawan pada fungsi bisnis mendapatkan materi Professional Business Communication untuk mendukung komunikasi di lingkungan kerja.
Materi dapat diakses melalui smartphone sehingga karyawan bisa belajar secara fleksibel di sela pergantian shift maupun waktu luang tanpa mengganggu operasional.
ELSA Business juga menggunakan AI Speech Analysis dan role-play berbasis skenario pekerjaan. Sistem tersebut memungkinkan materi disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan profesi masing-masing peserta.
Selain pembelajaran, perusahaan dapat memantau perkembangan peserta melalui analytics dashboard. Data tersebut mencakup perkembangan kompetensi dan tingkat keterlibatan belajar, sehingga manajemen dapat mengevaluasi efektivitas program dan menentukan area yang masih perlu diperkuat.
Vice President ELSA Business, Will Polese, mengatakan kemampuan komunikasi memiliki kaitan langsung dengan pengalaman penumpang dan citra perusahaan.
Baca Juga: InJourney: Kerja Sama Konservasi Prambanan dengan India Buka Peluang Kenaikan Kunjungan Wisatawan
“Di industri aviasi, setiap interaksi berkontribusi terhadap pengalaman pelanggan dan reputasi perusahaan. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar keterampilan individu, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan InJourney Airports di mata dunia.”
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri penerbangan yang semakin global sekaligus mendukung upaya InJourney Airports menghadirkan layanan bandara berstandar internasional.