JawaPos.com - Banyak ritel gadget memperluas kehadiran ke luar pusat perbelanjaan atau mal untuk membuat akses terhadap perangkat teknologi semakin mudah.
Langkah ini dinilai relevan di tengah konsumen yang kini semakin selektif dalam berbelanja dan membutuhkan lebih banyak pertimbangan sebelum membeli gadget.
Perubahan tersebut tidak hanya soal mencari lokasi baru.
Baca Juga: Sunroof Mobil Kamu Bocor? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Makin Parah
Kehadiran toko di kawasan yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat memberi konsumen kesempatan untuk melihat dan mencoba perangkat secara langsung sebelum menentukan pilihan.
Selain itu, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang juga masih fluktuatif, pendekatan ini juga menjadi cara ritel gadget menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen.
Ketika pembelian gadget semakin dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, harga, fitur, dan manfaat, pengalaman mencoba produk secara langsung dapat membantu konsumen mengambil keputusan dengan lebih yakin.
Baca Juga: Agentic AI Mulai Bisa Transaksi Sendiri, Wamen Nezar: Regulasi Harus Disiapkan
Memang, pusat perbelanjaan selama ini menjadi lokasi yang identik dengan gerai gadget. Namun, konsep free standing store menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan toko secara mandiri di lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Model tersebut membuat konsumen tidak harus secara khusus pergi ke mal hanya untuk melihat atau mencoba sebuah perangkat.
Bagi calon pembeli, kehadiran toko di luar mal dapat menjadi pilihan ketika mereka ingin membandingkan beberapa perangkat secara langsung.
Ukuran, bobot, kualitas layar, kamera, hingga kenyamanan penggunaan merupakan aspek yang sering kali baru bisa dirasakan setelah konsumen memegang perangkat secara langsung.
Pengalaman tersebut menjadi semakin penting karena pilihan gadget saat ini semakin beragam.
Konsumen dapat menemukan berbagai merek dan kategori produk dalam rentang harga yang luas, sehingga keputusan pembelian tidak selalu ditentukan oleh spesifikasi tertinggi.
Baca Juga: Layanan Pemendek Link Lokal kembali Unjuk Gigi, Makin Pede Bersaing dengan Pemain Asing
Selain itu, melemahnya daya beli dalam beberapa waktu terakhir membuat konsumen lebih berhati-hati menentukan prioritas belanja.
Namun, kondisi tersebut sekaligus mendorong ritel untuk menghadirkan pengalaman yang lebih relevan dan memberikan nilai tambah bagi calon pembeli.
Untuk produk teknologi dengan harga yang tidak sedikit, konsumen membutuhkan informasi yang cukup sebelum mengeluarkan uang.
Baca Juga: Inovasi Tak Lagi Terpusat di Kota Besar, Komdigi Hubungkan Lewat Garuda Spark Innovation Hub
Toko fisik dapat menjadi tempat untuk memperoleh informasi tersebut sekaligus mencoba produk yang diminati.
Artinya, ekspansi ke luar mal bukan sekadar memperbanyak titik penjualan.
Strategi ini juga menunjukkan bagaimana bisnis ritel beradaptasi dengan cara konsumen mencari informasi dan menentukan pilihan.
Konsumen bisa melakukan riset melalui internet, membaca ulasan, membandingkan harga, lalu datang ke toko untuk memastikan perangkat yang dipilih memang sesuai dengan kebutuhan.
Digiplus Ikut Memperluas Akses Lewat Gerai di Jalan Utama
Salah satu ritel yang mulai menggunakan pendekatan tersebut adalah Digiplus, jaringan multibrand gadget di bawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP).
Digiplus membuka gerai dengan konsep free standing store di Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan.
Gerai tersebut disebut menjadi free standing store pertama Digiplus di Indonesia dan dirancang untuk mendekatkan akses konsumen terhadap berbagai perangkat teknologi tanpa harus berkunjung ke pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Transformasi Digital Indonesia Makin Cepat, Edge Cloud Jadi Kebutuhan Baru
Gerai seluas sekitar 100 meter persegi tersebut menghadirkan sejumlah merek gadget, mulai dari Apple hingga perangkat Android seperti Samsung, OPPO, Xiaomi, Motorola, Infinix, Huawei, dan Amazfit.
Erwin Renehan, Head of Operations Digiplus menjelaskan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan gerai di lokasi yang lebih strategis dan dekat dengan aktivitas masyarakat.
“Kehadiran gerai juga menandakan sebagai milestone gerai Digiplus ke 100. Konsep baru ini kami bawa sebagai Upaya kami untuk menghadirkan Digiplus di lokasi yang lebih strategis dan lebih dekat untuk menunjuang gaya hidup dan aktivitas masyarakat," jelas Erwin ditemui JawaPos.com di Jakarta, Jumat (28/8).
Baca Juga: AI OpenAI Berhasil Bobol Sistem, Laporan Ungkap Cara Model ‘Kabur’ dari Pengujian
Bersamaan dengan pembukaan gerai, Apple turut memperkenalkan The Maker Space, platform yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mempelajari lebih jauh berbagai fungsi dan fitur perangkat Apple.
“Banyak customer pengguna Apple yang masih belum memaksimalkan fungsi dan fitur di devicenya, dengan hadirnya The Maker Space customer bisa mengulik lebih dalam lagi. Customer bisa hadir dan ikut acara ini tanpa biaya apapun.” ungkap Farah Fausa, GM Marketing Apple Business PT. MAP Zona Adiperkasa.
The Maker Space dijadwalkan hadir secara berkala dengan tema yang berbeda.
Baca Juga: Susah Sinyal Saat Demo? Ini Trik Memperkuat Jaringan Agar Stabil di Ponsel
Beberapa agenda yang disiapkan mencakup fotografi menggunakan iPhone, ilustrasi digital menggunakan iPad dan Apple Pencil, serta aktivitas lari bersama komunitas yang membahas pemanfaatan Apple Watch untuk pemantauan kesehatan.
Perluasan toko gadget ke luar mal pada akhirnya memperlihatkan peluang baru bagi industri ritel teknologi.
Ketika konsumen semakin cermat memilih perangkat, akses yang lebih dekat, kesempatan mencoba produk, dan pengalaman mendapatkan informasi secara langsung dapat menjadi nilai tambah dalam perjalanan konsumen menentukan gadget yang paling sesuai.