JawaPos.com - OpenAI resmi memperkenalkan ChatGPT for Teens, versi ChatGPT yang dirancang khusus untuk pengguna remaja dengan tambahan fitur keamanan dan pembelajaran.
Langkah ini dilakukan di tengah sorotan terhadap penggunaan chatbot AI oleh remaja, termasuk kekhawatiran terkait kesehatan mental dan praktik menyontek di lingkungan sekolah.
Seperti dilansir dari TechCrunch, produk baru tersebut membawa sejumlah perlindungan tambahan yang disesuaikan dengan usia pengguna. Dari sisi pendidikan, OpenAI juga menghadirkan Study Mode atau Mode Belajar untuk mendorong remaja memahami materi dan memecahkan masalah secara mandiri, bukan sekadar meminta jawaban instan dari chatbot.
Melalui Study Mode, ChatGPT akan memberikan pertanyaan pemandu serta bantuan secara bertahap agar pengguna dapat memahami materi yang sedang dipelajari. Fitur ini dirancang untuk membuat AI berperan sebagai pendamping belajar, bukan mesin pemberi jawaban.
OpenAI juga menambahkan pengingat pekerjaan rumah ketika sistem mendeteksi pengguna tampak berusaha mendapatkan jawaban secara instan alih-alih memahami materi. Dalam kondisi tersebut, ChatGPT akan mengarahkan pengguna untuk menggunakan Study Mode.
Selain itu, pengalaman belajar di ChatGPT for Teens akan dilengkapi fitur kuis dan visualisasi pembelajaran. Orang tua atau wali juga dapat mengatur agar Study Mode aktif secara otomatis sebagai pengaturan bawaan.
Meski menawarkan sejumlah pembatasan baru, efektivitas sistem tersebut masih menjadi pertanyaan. Pasalnya, remaja dikenal cukup mahir mencari cara untuk melewati berbagai kontrol orang tua maupun pembatasan aktivitas digital.
Karena itu, belum diketahui seberapa efektif perlindungan pada ChatGPT for Teens ketika digunakan dalam situasi nyata. Sistem tersebut masih membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk melihat seberapa mudah pembatasannya dapat dilewati oleh pengguna yang sengaja mencoba mengakalinya.
Peluncuran ChatGPT for Teens juga memunculkan pertanyaan mengenai alasan perlindungan khusus untuk remaja baru hadir sekarang. ChatGPT pertama kali diperkenalkan pada akhir 2022 dan kini telah digunakan oleh sekitar 900 juta pengguna setiap minggu.
OpenAI mengatakan perlindungan berdasarkan usia akan aktif secara otomatis (default) pada ChatGPT for Teens. Sistem tersebut dirancang untuk mengurangi paparan remaja terhadap konten berbahaya maupun materi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Perlindungan tersebut mengacu pada Prinsip Pengguna di Bawah Usia 18 Tahun (Under-18 Principles) yang tercantum dalam Model Spec OpenAI. Menurut perusahaan, prinsip tersebut disusun berdasarkan "ilmu perkembangan dan panduan dari para ahli."
Untuk orang tua, OpenAI juga menyediakan fitur keluarga dan kontrol orang tua yang sebelumnya telah diperkenalkan. Melalui fitur tersebut, orang tua atau wali dapat mengelola sejumlah pengaturan, menerima notifikasi terkait keamanan, hingga menetapkan Quiet Hours atau waktu ketika penggunaan ChatGPT dibatasi.
Tak hanya mengembangkan fitur keamanan, OpenAI turut menggandeng CodeAI untuk membantu remaja memahami teknologi kecerdasan buatan. Program tersebut mencakup pembelajaran mengenai cara kerja AI, bagaimana memberikan arahan atau pertanyaan kepada chatbot, serta cara memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat.
Baca Juga: OpenAI Luncurkan Aplikasi ChatGPT untuk Linux, Kini Hadir di Semua Desktop Utama
Di lingkungan pendidikan, OpenAI sebelumnya juga telah menyediakan ChatGPT for Teachers. Layanan tersebut dirancang untuk memberikan akses AI yang dikelola institusi sekaligus menyediakan dukungan bagi pihak sekolah dalam memanfaatkan teknologi AI untuk kegiatan pembelajaran. (*)