← Beranda
Apple Masuk Perang Kacamata Pintar, Privasi Jadi Pembeda Melawan Meta
Mellyna Putri DiniarSelasa, 28 Juli 2026 | 06.17 WIB
Kacamata AI Meta menuai kontroversi terkait kekhawatiran privasi pengguna (The Verge)

 

JawaPos.com - Apple tengah menyiapkan langkah baru dalam persaingan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan mengembangkan kacamata pintar yang mengutamakan perlindungan privasi. 

Produk yang direncanakan diperkenalkan pada ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) 2027 itu menjadi upaya Apple memasuki pasar yang telah lebih dulu dibentuk oleh Meta, tetapi juga menghadapi sorotan publik akibat kekhawatiran terhadap kamera dan kemampuan perekaman tersembunyi pada perangkat sejenis.

Kehadiran kacamata pintar menjadi salah satu medan baru dalam perkembangan teknologi AI karena perangkat tersebut menggabungkan kamera, mikrofon, asisten digital, dan kemampuan komputasi langsung dalam bentuk yang dapat digunakan sehari-hari. Namun, semakin dekat teknologi dengan aktivitas manusia, semakin besar pula pertanyaan mengenai bagaimana data pengguna dikumpulkan, diproses, dan dimanfaatkan.

Dilansir dari The Verge, Senin (27/7/2026), Apple disebut masih mematangkan strategi privasi sebelum memperkenalkan kacamata pintarnya. Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, perusahaan berupaya memastikan perangkat tersebut tidak merusak reputasi Apple yang selama lebih dari satu dekade menjadikan privasi sebagai salah satu nilai utama produknya.

Baca Juga: Mitsubishi Motors Tancap Gas Produksi Robot Humanoid, Jepang Bidik Produksi Massal AI Fisik

Dalam laporannya, Gurman menegaskan, "Perusahaan telah menghabiskan lebih dari satu dekade menjadikan privasi sebagai salah satu pesan utama produknya. Sekadar memasuki kategori yang sama dengan Meta berisiko mengikis reputasi tersebut, terlepas dari seberapa berbeda pendekatan Apple." 

Karena itu, Apple disebut akan mengandalkan pemrosesan data langsung di perangkat (on-device processing) sehingga informasi pengguna tidak perlu dikirim ke server. Selain itu, perusahaan diperkirakan tidak akan menyematkan fitur yang paling kontroversial, seperti pengenalan wajah, perekaman yang selalu aktif sebagaimana konsep "super sensing" milik Meta, maupun penggunaan rekaman pelanggan untuk melatih model AI. 

Laporan MacRumors juga menyebut Apple sedang menguji berbagai fitur privasi baru pada sisi perangkat keras maupun perangkat lunak yang belum tersedia pada produk sejenis saat ini. Materi pemasaran perusahaan diperkirakan akan menonjolkan keunggulan perlindungan privasi tersebut sebagai pembeda utama dibandingkan produk pesaing seperti Meta Ray-Ban. 

Bahkan, menurut Gurman, Apple sempat mempertimbangkan beberapa pendekatan yang lebih ekstrem. Salah satunya adalah menghadirkan kacamata pintar dengan kamera yang hanya berfungsi membantu fitur AI tanpa dapat mengambil foto ataupun merekam video. Apple bahkan disebut pernah menguji versi awal kacamata pintar tanpa kamera sama sekali, sebagai upaya menjawab kekhawatiran publik terhadap risiko perekaman tanpa izin.

Meski demikian, skenario yang saat ini dinilai paling mungkin adalah Apple tetap membekali perangkat tersebut dengan kamera, namun disertai perlindungan privasi yang lebih ketat. Pendekatan itu dinilai memungkinkan perusahaan tetap menghadirkan pengalaman AI modern tanpa mengorbankan citra yang selama ini dibangun sebagai pelindung data pengguna. 

Seperti Meta Ray-Ban, kacamata pintar Apple juga diperkirakan akan dilengkapi pengeras suara dan mikrofon untuk mendengarkan musik, menerima panggilan telepon, serta menyampaikan notifikasi melalui Siri. Namun, Apple diyakini akan mengintegrasikan seluruh fungsi tersebut dengan ekosistem iPhone dan Apple Intelligence sehingga menawarkan pengalaman yang berbeda dari kompetitornya. 

Apabila rencana tersebut berjalan sesuai jadwal, WWDC 2027 tidak hanya menjadi panggung peluncuran kategori perangkat baru Apple, tetapi juga penanda babak baru persaingan industri AI global. Di tengah perlombaan menghadirkan perangkat yang semakin cerdas, Apple tampaknya ingin membuktikan bahwa inovasi dan privasi dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadikan kepercayaan pengguna sebagai keunggulan kompetitif utama. 

Baca Juga: Meta Hapus Sistem Pengenalan Wajah dari Kacamata Pintar, Sorotan Privasi Global Kembali Menguat

EDITOR: Candra Mega Sari