JawaPos.com - Putus cinta bukan hanya soal memulihkan perasaan, tetapi juga memastikan keamanan akun digital tetap terjaga. Banyak pasangan yang selama menjalin hubungan saling berbagi akses ke media sosial, email, layanan streaming, penyimpanan cloud, hingga perangkat rumah pintar.
Jika akses tersebut tidak segera dicabut, mantan pasangan masih berpotensi melihat aktivitas pribadi atau bahkan mengakses data penting.
Karena itu, pakar keamanan siber Kaspersky mengingatkan pentingnya menerapkan kebersihan digital (digital hygiene) setelah hubungan berakhir. Langkah ini perlu dilakukan meski perpisahan berlangsung baik-baik, karena akses yang pernah diberikan tidak akan otomatis terhapus.
Baca Juga: Percepat Zero Open Dumping, TPST Bantargebang Kini Gunakan Creative Financing
Salah satu contoh yang disoroti datang dari konsultan hubungan Susan Winter. Ia menceritakan pengalaman seorang klien yang tetap diawasi mantan kekasihnya karena masih berbagi akun layanan reservasi restoran.
Sang mantan dapat mengetahui ke mana ia pergi, kapan melakukan reservasi, hingga berapa jumlah tamu yang datang. Kondisi tersebut memicu rasa tidak nyaman dan membuat korban merasa terus dipantau.
Agar hal serupa tidak terjadi, berikut sejumlah langkah yang disarankan Kaspersky.
1. Keluar dari Semua Sesi yang Masih Aktif
Periksa akun media sosial, aplikasi pesan instan, email, hingga layanan penting lainnya. Pastikan seluruh sesi login di perangkat lain telah dikeluarkan dan hanya perangkat pribadi yang masih memiliki akses.
2. Segera Ganti Seluruh Kata Sandi Penting
Baca Juga: Kabar Buruk Barcelona! Frenkie de Jong Lewatkan Awal Musim 2026/2027 Akibat Cedera Lutut
Jika mantan pasangan pernah mengetahui kata sandi Anda, segera ubah seluruh kredensial akun penting. Hindari menggunakan tanggal spesial atau kombinasi yang mudah ditebak.
Apabila menggunakan kata sandi yang sama di beberapa layanan, ubahlah semuanya. Jangan lupa mengecek email, nomor telepon pemulihan, dan pertanyaan keamanan agar tidak lagi terhubung dengan mantan pasangan.
3. Periksa Pengaturan Verifikasi Dua Langkah
Pastikan kode autentikasi dua faktor (2FA) hanya dikirim ke perangkat milik Anda. Selain itu, hapus perangkat mantan pasangan dari daftar perangkat tepercaya pada akun Apple maupun Google.
4. Pisahkan Akun Apple atau Google yang Pernah Digunakan Bersama
Jika sebelumnya berbagi akun Apple atau Google, segera keluar dari akun bersama tersebut. Nonaktifkan fitur Family Sharing, sinkronisasi iCloud, pencadangan otomatis, hingga album foto bersama agar data pribadi tidak lagi dapat diakses.
Baca Juga: AS Roma Awali Pramusim dengan Kemenangan 6-0 atas Trastevere, Dybala dan Malen Jadi Bintang
5. Evaluasi Langganan Digital
Cek kembali layanan streaming, paket keluarga, penyimpanan cloud, atau langganan digital lain yang masih digunakan bersama. Bila perlu, buat akun baru dengan metode pembayaran pribadi.
6. Periksa Metode Pembayaran
Pastikan kartu bank mantan pasangan tidak lagi tersimpan di marketplace, layanan transportasi online, maupun aplikasi lain yang Anda gunakan.
Sebaliknya, bila kartu Anda masih terhubung pada akun milik mantan dan tidak lagi dapat diakses, langkah paling aman adalah meminta bank menerbitkan kartu baru.
7. Cabut Akses Perangkat Rumah Pintar
Banyak pasangan kini berbagi akses ke kamera CCTV, bel pintu pintar, speaker pintar, hingga pelacak lokasi. Seluruh akses tersebut sebaiknya dicabut, termasuk mengganti kata sandi akun yang mengelola perangkat tersebut.
8. Tinjau Pengaturan Privasi Secara Menyeluruh
Periksa kembali pengaturan privasi di seluruh akun media sosial maupun layanan digital yang digunakan. Pastikan hanya orang yang memang diinginkan yang dapat melihat informasi pribadi atau lokasi Anda.
Waspadai Tanda-Tanda Penguntitan Digital
Baca Juga: Anak Ekonomi Mampu Dikaji Tak lagi Dapat MBG, Menkeu Sebut Bisa Menghemat Anggaran
Apabila merasa masih diawasi setelah putus, Kaspersky menyarankan agar segera mencari bantuan dari keluarga, teman dekat, maupun lembaga bantuan hukum atau organisasi pendamping korban.
Pengguna Android juga disarankan memanfaatkan fitur keamanan yang mampu mendeteksi stalkerware, memindai perangkat dari pelacak tersembunyi, serta mengecek aplikasi yang memiliki izin akses sensitif terhadap data pribadi.
Menurut Kaspersky, banyak orang tidak menyadari bahwa putus hubungan tidak otomatis menghapus seluruh akses digital yang pernah diberikan.