← Beranda
X Perketat Monetisasi Kreator, AI Grok Siap Sikat Konten Curian dan Engagement Bait
Nanda PrayogaJumat, 17 Juli 2026 | 23.00 WIB
Logo xAI Grok AI. (Doc.Jaap Arriens/NurPhoto)

 

JawaPos.com - Platform media sosial X mulai mengambil langkah lebih agresif untuk memberantas penyalahgunaan program monetisasi kreator. Perusahaan kini memanfaatkan kemampuan terbaru kecerdasan buatan (AI) Grok untuk mendeteksi konten hasil salinan maupun praktik pencarian interaksi secara tidak wajar yang selama ini kerap dimanfaatkan demi meraup pendapatan.

Seperti dilansir dari TechCrunch, langkah tersebut diambil karena praktik mengunggah ulang konten viral tanpa izin masih marak terjadi. Konten milik kreator lain kerap disalin lalu dipublikasikan kembali demi memperoleh tayangan, pengikut, hingga pendapatan dari program bagi hasil.

Fenomena serupa juga sebelumnya dihadapi platform lain seperti Instagram, Facebook, dan Reddit yang telah lebih dulu mengembangkan teknologi untuk mengenali unggahan hasil repost tanpa atribusi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, X juga telah memperbarui fitur pembuatan konten di dalam aplikasinya. Perusahaan menghadirkan editor serta perekam video yang lebih lengkap agar kreator terdorong memproduksi konten langsung melalui platform, bukan mengunggah ulang karya milik orang lain.

Baca Juga: Sambut GIIAS 2026, Isuzu akan Tampilkan Lima Kendaraan Niaga dengan Fungsi Berbeda

Head of Product X, Nikita Bier mengungkapkan bahwa model AI Grok versi terbaru kini mampu mengidentifikasi konten duplikat hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.

Tak hanya mendeteksi unggahan yang identik, sistem tersebut juga dapat mengenali berbagai upaya untuk menyamarkan konten curian, seperti menambahkan watermark, intro video, maupun proses penyuntingan lainnya. Jika pelanggaran semacam itu ditemukan, pendapatan monetisasi dari tayangan konten tersebut akan dialihkan kepada kreator asli.

Kebijakan yang sama juga berlaku terhadap unggahan teks yang sekadar menyalin postingan viral milik pengguna lain. Menurut Bier, salah satu contoh yang paling sering ditemukan adalah kalimat, "Twitter seperti bagian merokok di internet," yang masih banyak disalin meski platform tersebut telah berganti nama menjadi X.

Dalam siklus penindakan terbaru, Bier menyebut X berhasil menemukan sekitar 1,5 juta unggahan hasil pencurian konten. Meski tidak menjelaskan rentang waktu penindakan tersebut, ia mengatakan kebijakan baru itu memungkinkan lebih dari USD 1 juta pembayaran dikembalikan kepada pemilik asli konten.

Selain memerangi pencurian konten, X juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas bot yang dinilai memperburuk penyalahgunaan platform. Pada April lalu, Bier mengungkapkan bahwa sistem X mampu mendeteksi sekaligus menangguhkan sekitar 208 bot setiap menit, dan jumlah tersebut terus meningkat.

X juga menegaskan akan memberikan sanksi lebih berat bagi pengguna yang berulang kali mencoba mengakali aturan monetisasi maupun memancing interaksi secara artifisial. Akun yang terbukti berulang kali menggunakan teknik engagement bait, misalnya dengan mengunggah ajakan seperti "Saya akan mengikuti semua orang yang membalas", akan dikeluarkan dari program kreator setelah tiga kali pelanggaran.

Baca Juga: Pertamina Operasikan Fuel Terminal 24 Jam di Sumatra Utara

Tak hanya kehilangan akses monetisasi, akun tersebut juga akan diteruskan kepada tim kebijakan X untuk dipertimbangkan mendapatkan sanksi lebih lanjut, termasuk penangguhan akun.

Sebelumnya, Bier memang beberapa kali mengkritik maraknya praktik engagement bait di X. Ia bahkan pernah menyoroti kreator ternama MrBeast karena dinilai terlalu sering menggunakan iming-iming hadiah uang sebagai cara untuk meningkatkan jumlah penonton videonya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan