JawaPos.com - OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Work, aplikasi desktop terbaru yang dirancang sebagai pusat produktivitas berbasis kecerdasan buatan (AI). Platform ini menggabungkan ChatGPT, agen pengkodean Codex, dan browser bawaan dalam satu aplikasi untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan, mulai dari menulis, membuat kode, hingga mengotomatiskan tugas.
Seperti dilansir dari Engadget, pengembangan ChatGPT Work telah dilakukan secara terbuka sejak awal Maret 2026. Kini, OpenAI menyebut peluncuran tersebut sebagai langkah terbesar dalam mewujudkan visinya menghadirkan satu aplikasi AI yang mampu menangani beragam kebutuhan produktivitas.
ChatGPT Work ditenagai keluarga model terbaru GPT-5.6, yang sebelumnya sempat mengalami penundaan peluncuran. Melalui aplikasi ChatGPT yang telah didesain ulang, pengguna kini dapat mengakses ChatGPT, agen AI, dan Codex dalam satu antarmuka.
Salah satu fitur baru yang dibawa adalah penjadwalan tugas (task scheduling). Pengguna dapat memberikan instruksi kepada agen AI melalui ponsel untuk mulai mengerjakan suatu pekerjaan. Progres pengerjaan kemudian dapat dipantau melalui browser maupun aplikasi desktop ChatGPT.
Baca Juga: Nintendo Tutup Mario Kart Tour Setelah Tujuh Tahun, Layanan Berakhir pada 30 September 2026
Di desktop, ChatGPT Work juga dibekali kemampuan computer use, sehingga agen AI dapat berinteraksi langsung dengan aplikasi dan browser di komputer pengguna, termasuk memindahkan file jika diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
OpenAI juga menghadirkan direktori plugin terpadu yang memungkinkan ChatGPT terhubung dengan berbagai aplikasi pihak ketiga. Pengguna cukup mengetik simbol "@" diikuti nama aplikasi yang ingin digunakan dalam percakapan. ChatGPT juga dapat merekomendasikan aplikasi yang relevan sesuai konteks pembahasan.
Integrasi tersebut memungkinkan otomatisasi berbagai pekerjaan rutin. Sebagai contoh, ChatGPT dapat dijadwalkan untuk meninjau pembaruan di Slack dan membuat ringkasan seluruh pesan yang diterima pengguna selama sepekan.
"Anda tetap memegang kendali atas bagaimana ChatGPT bekerja dengan Anda. Anda memutuskan apa yang dapat diaksesnya, kapan harus memeriksa, dan kapan memerlukan persetujuan Anda sebelum mengambil tindakan," tulis OpenAI.
Selain itu, aplikasi desktop ChatGPT kini memiliki browser bawaan. Tidak hanya digunakan untuk mengambil informasi dari internet, browser tersebut juga mendukung fitur baru bernama Sites, yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi web sederhana secara otomatis.
Menurut OpenAI, fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai kebutuhan seperti dashboard interaktif, pelacak proyek, kalender peluncuran, portal internal perusahaan, hingga laporan berbasis web.
Baca Juga: Ahn Bo Hyun Kembali Beraksi! SBS Rilis Poster Karakter Kece untuk 'Flex x Cop Musim 2'
Seiring hadirnya browser baru di ChatGPT, OpenAI juga mengumumkan rencana menghentikan pengembangan browser Atlas. James Sun, anggota tim pengembang Atlas, mengatakan penghentian layanan ditargetkan berlangsung pada 9 Agustus, dengan informasi lebih lanjut akan diumumkan dalam waktu dekat.
OpenAI mulai menggulirkan ChatGPT Work secara bertahap dan menargetkan proses peluncuran selesai dalam waktu 24 jam. Pengguna akun gratis dapat mencoba agen AI baru melalui aplikasi desktop ChatGPT untuk Mac dan Windows. Sementara itu, pelanggan ChatGPT Plus dan ChatGPT Pro dapat mengakses ChatGPT Work melalui aplikasi desktop maupun versi web ChatGPT.