← Beranda
Saingi TikTok, X Tambah Editor Video dengan Fitur Green Screen
Nanda PrayogaRabu, 8 Juli 2026 | 13.10 WIB
Platform media sosial X. (Yahoo)

 

JawaPos.com - Platform media sosial X terus memperkuat fokusnya pada konten video orisinal. Terbaru, perusahaan menghadirkan fitur editor video bawaan untuk aplikasi iOS guna mendorong pengguna membuat konten sendiri, alih-alih sekadar mengunggah ulang video yang sudah viral dari platform lain.

Seperti dilansir dari Engadget, Kepala Produk X, Nikita Bier, mengatakan editor video tersebut dilengkapi sejumlah fitur kreatif, mulai dari perekaman video, penambahan teks (text overlay) dalam berbagai bahasa dengan tampilan yang dapat disesuaikan, hingga efek layar hijau (green screen).

"Salah satu prioritas terbesar kami adalah memberi para kreator alat untuk membuat konten orisinal dan memberi penghargaan kepada mereka," tulis Bier melalui unggahannya di X.

Ia juga mengungkapkan bahwa X masih menyiapkan berbagai pembaruan lain untuk editor video yang akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Sony Suntik Rp611 Miliar Demi Bersiap Hentikan Produksi Disc Game PlayStation

Saat ini, editor video baru tersedia untuk pengguna iOS. Namun, seperti dilaporkan TechCrunch, X tengah membangun ulang aplikasi Android sehingga fitur serupa diperkirakan juga akan hadir di platform tersebut.

Kehadiran editor video ini melanjutkan serangkaian langkah X untuk bersaing dengan platform berbasis video seperti TikTok. Bulan lalu, X meluncurkan fitur reaksi video (video reactions) dan mengalokasikan dana sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp18 miliar untuk program pembayaran bagi kreator yang melakukan siaran langsung (live streaming).

Upaya mendorong konten orisinal sebenarnya sudah disampaikan Bier sejak April 2026. Saat itu, ia mengungkapkan bahwa X mulai mengurangi visibilitas unggahan ulang (repost) maupun konten yang berasal dari platform lain.

"Saya sarankan merekam video orisinal dengan sulih suara Anda sendiri. Kami menginginkan konten baru di aplikasi ini," tulis Bier saat membalas salah satu pengguna.

Selain untuk meningkatkan daya saing melawan platform video, strategi ini juga dinilai memiliki tujuan lain. Semakin banyak konten video orisinal yang diunggah pengguna, semakin besar pula data yang dapat dimanfaatkan oleh Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) milik xAI, yang dilatih menggunakan konten publik yang tersedia di platform X.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan