← Beranda
Migrasi Sistem ke Cloud kini Bisa Rampung dalam Hitungan Hari Berkat AI
Nanda PrayogaJumat, 3 Juli 2026 | 04.22 WIB
Tren cloud computing berbekal AI saat ini sedang naik daun. (ScaleGrid)

 

JawaPos.com - Proses migrasi sistem perusahaan ke layanan cloud selama ini dikenal memakan waktu lama, bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan. Selain membutuhkan sumber daya teknologi yang besar, proses tersebut juga dinilai memiliki risiko operasional yang tidak sedikit, terutama bagi perusahaan yang masih mengandalkan sistem identitas berbasis on-premises atau legacy.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini diklaim mampu memangkas proses tersebut secara signifikan. Dengan mengotomatisasi sebagian besar tahapan modernisasi, termasuk proses yang selama ini paling rumit dan menyita waktu, perpindahan sistem ke cloud disebut dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari.

Selain mempercepat proses implementasi, pendekatan tersebut juga diklaim mampu mengurangi risiko selama migrasi, mempercepat perusahaan memperoleh manfaat dari infrastruktur cloud, sekaligus mengurangi berbagai pekerjaan manual yang sebelumnya harus dilakukan oleh tim engineering.

Salah satu tantangan terbesar yang selama ini dihadapi perusahaan dalam melakukan migrasi menuju cloud adalah kebutuhan tenaga ahli dalam jumlah besar untuk menerjemahkan konfigurasi, alur kerja, hingga kebijakan yang telah lama digunakan ke dalam sistem baru. Proses tersebut tidak hanya memerlukan waktu panjang, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional apabila tidak dilakukan secara tepat.

Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan untuk menerjemahkan konfigurasi tersebut secara otomatis. Dengan pendekatan tersebut, aplikasi, alur kerja, hingga proses provisioning dapat dipetakan ke dalam lingkungan cloud sehingga perusahaan memiliki kesempatan melakukan validasi terlebih dahulu sebelum proses modernisasi dijalankan.

Pendekatan ini dinilai berbeda dengan metode lift-and-shift yang selama ini umum digunakan dalam migrasi cloud. Alih-alih sekadar memindahkan sistem lama ke lingkungan baru, AI memungkinkan perusahaan melihat bagaimana aplikasi dan proses identitas akan berjalan di lingkungan cloud sebelum implementasi dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keyakinan organisasi sekaligus meminimalkan potensi kendala selama proses migrasi.

Peluncuran teknologi tersebut dilakukan oleh perusahaan keamanan identitas SailPoint melalui solusi terbaru bernama Agentic Acceleration, metodologi berbasis AI yang dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat perpindahan dari sistem identitas legacy berbasis on-premises menuju Identity Security Cloud.

Teknologi tersebut ditenagai oleh SailPoint Virtual Architect, kapabilitas AI yang dikembangkan berdasarkan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang keamanan identitas serta ribuan implementasi pada perusahaan berskala besar di berbagai negara. Solusi tersebut berfungsi sebagai mesin modernisasi yang mampu menerjemahkan konfigurasi, alur kerja, dan kebijakan lama menjadi fondasi cloud yang siap digunakan.

President SailPoint Matt Mills mengatakan pendekatan tersebut tidak hanya mempercepat proses migrasi, tetapi juga mengubah cara perusahaan mengadopsi layanan cloud.

Dia menjelaskan bahwa SailPoint Agentic Acceleration merupakan perubahan paradigma dalam adopsi cloud. Pihaknya tidak hanya menawarkan metodologi pembaruan, tetapi menghadirkan akselerator bisnis yang strategis.

“Dengan mengotomatiskan pekerjaan dasar yang paling berat, kami menghilangkan hambatan utama berupa waktu, biaya, dan risiko yang selama ini memperlambat upaya transformasi perusahaan. Bagi pelanggan kami, ini berarti dapat merealisasikan nilai dari investasi cloud mereka hampir secara instan. Bagi pasar, hal ini menandai standar baru dalam keamanan identitas, yang menghadirkan kecerdasan dengan kecepatan yang lebih tinggi dan kompleksitas yang lebih rendah,” kata Mills.

SailPoint menyatakan Agentic Acceleration tersedia tanpa biaya tambahan bagi pelanggan yang melakukan migrasi dari IdentityIQ maupun solusi legacy milik kompetitor menuju Identity Security Cloud melalui tim forward deployed engineers perusahaan. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen SailPoint untuk menghadirkan proses migrasi cloud yang lebih transparan, terotomatisasi, dan berorientasi pada percepatan nilai bisnis.

Selain itu, perusahaan menilai kehadiran Agentic Acceleration juga membuka peluang baru bagi ekosistem mitra SailPoint. Dengan berkurangnya beban pekerjaan teknis pada tahap awal modernisasi, para mitra diharapkan dapat lebih fokus membantu pelanggan menghadapi tantangan keamanan identitas yang semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi AI agentic.

EDITOR: Estu Suryowati