← Beranda
Sistem Penyimpanan Energi Sodium-Ion CATL Resmi Hadir di Eropa
Nanda PrayogaRabu, 24 Juni 2026 | 05.42 WIB
CATL hadirkan sistem penyimpanan energi Sodium-Ion terbesar di Eropa. (Istimewa)

JawaPos.com - Produsen baterai terbesar dunia, CATL, resmi memperkenalkan sistem penyimpanan energi berbasis sodium-ion (natrium-ion) terbaru bernama Tener dalam sebuah acara peluncuran produk yang digelar di Munich, Jerman, pada 22 Juni 2026.

Seperti dilansir dari Car News China, teknologi baru ini dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan dalam industri penyimpanan energi, mulai dari fleksibilitas operasional, keamanan sistem, hingga efisiensi biaya dalam jangka panjang.

Kapasitas Besar dengan Desain Modular

Sistem Tener mengusung desain modular penuh dengan kapasitas penyimpanan energi lebih dari 30 MWh. Setiap modul memiliki bobot kurang dari 42 ton sehingga memudahkan proses instalasi dan pengembangan proyek berskala besar.

Dengan konfigurasi tersebut, fasilitas penyimpanan energi berkapasitas 1 GWh dapat dibangun hanya dengan menggunakan 34 modul.

Diklaim Tahan Hingga 30 Tahun

Salah satu keunggulan utama Tener adalah usia pakainya yang panjang. CATL menyebut sistem ini mampu mencapai hingga 15.000 siklus pengisian dan pengosongan daya pada suhu 25 derajat Celsius.

Dengan standar State of Health (SOH) sebesar 70 persen, usia operasional sistem diperkirakan dapat mencapai 25 hingga 30 tahun.

CATL juga membekali Tener dengan teknologi suhu luas berbasis dipol yang memungkinkan baterai tetap bekerja secara optimal dalam berbagai kondisi cuaca.

Pada suhu minus 20 derajat Celsius, sistem masih mampu mempertahankan lebih dari 92 persen kapasitasnya. Sementara pada suhu tinggi hingga 45 derajat Celsius, baterai tetap dapat beroperasi lebih dari 10.000 siklus tanpa membutuhkan isolasi tambahan maupun sistem pendingin paksa.

Fokus pada Keamanan

Aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan produk ini. Menurut CATL, teknologi terbaru tersebut mampu mengurangi gaya ekspansi sel hingga 40 persen dan menekan pembentukan gas sebesar 35 persen.

Selain itu, suhu permukaan saat terjadi thermal runaway hanya berada di kisaran 200 derajat Celsius, atau sekitar 60 persen lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Perusahaan mengklaim sistem ini dirancang untuk tetap tahan terhadap risiko kebakaran maupun ledakan, bahkan dalam kondisi ekstrem.

Konsumsi Energi Lebih Efisien

Untuk meningkatkan efisiensi operasional, CATL mengoptimalkan desain ventilasi bagian atas serta sistem pendingin cairan.

Hasilnya, tingkat konsumsi energi internal sistem berhasil ditekan menjadi sekitar 1 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 2 persen.

Selain itu, tingkat kebisingan operasional hanya mencapai 65 desibel atau sekitar 10 desibel lebih rendah dibandingkan sistem penyimpanan energi konvensional. Hal ini memungkinkan pemasangan perangkat lebih dekat dengan pusat konsumsi listrik.

Dilengkapi Teknologi Pemulihan Otomatis

CATL turut menyematkan Sistem Konversi Daya (PCS) dengan teknologi kontrol tegangan dua arah yang telah dipatenkan. Teknologi ini dirancang khusus untuk menyesuaikan karakteristik baterai sodium-ion yang memiliki rentang tegangan 1,5 hingga 3,65 volt.

Sistem tersebut mampu menjaga kestabilan output pada 690 volt sekaligus meningkatkan efisiensi energi bolak-balik (Round Trip Efficiency/RTE) hingga hampir 2 persen.

Tak hanya itu, Tener juga dibekali fitur pemulihan mandiri berkecepatan milidetik. Jika terjadi gangguan, sistem dapat mengisolasi area bermasalah dan memulihkan pasokan listrik ke bagian lain hanya dalam waktu sekitar 350 milidetik sehingga potensi kerugian akibat downtime dapat ditekan.

Siap Diproduksi Massal

CATL mengungkapkan bahwa mereka telah membangun rantai pasok lengkap untuk baterai sodium-ion, termasuk kemampuan produksi massal material anoda dan katoda.

Saat ini perusahaan tengah mengembangkan kapasitas produksi sebesar 40 GWh di Fuding dan menyiapkan tambahan kapasitas hingga 160 GWh di Jining.

Menariknya, sistem Tener dirancang kompatibel dengan platform penyimpanan energi lithium-ion yang sudah ada. Dengan demikian, pengguna dapat mengintegrasikan teknologi baru ini tanpa perlu melakukan perubahan desain secara besar-besaran.

CATL menargetkan pengiriman perdana untuk pasar domestik Tiongkok mulai September 2026 dengan target distribusi mencapai 1 GWh hingga akhir tahun. Setelah itu, peluncuran global dijadwalkan berlangsung pada 2027.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra