← Beranda
Penyandang Disabilitas Dinilai Perlu Dilibatkan Dalam Ekosistem AI
Dimas ChoirulSenin, 25 Mei 2026 | 22.47 WIB
Pelatihan program AI, EQUAL Summit kepada pemuda, perempuan, hingga penyandang disabilitas di Jakarta, Senin (25/5)/(Istimewa)

JawaPos.com - Teknologi Artificial Intelligence (AI) AI kini hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga cara masyarakat mengakses informasi dan membangun produktivitas digital. Karenanya, inklusivitas dalam pengembangan dan pemanfaatan AI menjadi hal yang sangat penting untuk menjangkau seluruh aspek masyarakat.

Salah satunya penyandang disabilitas yang dinilai perlu dilibatkan. Tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem digital yang turut bertumbuh, berkontribusi, dan menciptakan dampak sosial yang lebih luas..

"Kami mendorong pemanfaatan teknologi seperti Microsoft Copilot untuk membantu lebih banyak masyarakat—termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas—mengembangkan keterampilan baru, meningkatkan produktivitas, dan berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital,” kata President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir di acara pelatihan program EQUAL Summit, di Jakarta, Senin (25/5).

Selain berfokus pada pelatihan, program EQUAL juga mendorong terbentuknya jaringan kolaborasi dan pembelajaran jangka panjang antar komunitas, fasilitator, institusi pendidikan, dan mitra daerah.

Baca Juga: Pemprov Jatim Kucurkan Bansos Rp 1,8 Miliar di Kediri, Buruh Rokok hingga Disabilitas Kebagian

Founder Alunjiva Indonesia Nicky Clara menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang inklusif dan berkelanjutan.

Kata dia, tantangan saat ini banyak kelompok rentan dan penyandang disabilitas masih terbatas dalam mengakses teknologi, terlebih soal AI. Karena itu literasi AI perlu dibangun dengan pendekatan yang inklusif, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari hari. 

"Melalui program EQUAL, kami ingin memastikan bahwa AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi masa depan, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan yang dapat membuka akses, meningkatkan kapasitas, dan menciptakan peluang baru bagi semua orang,” pungkasnya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin