← Beranda
Masa Depan Pendidikan: AI dan Peran Guru di Era Digital
Nanda PrayogaKamis, 7 Mei 2026 | 19.41 WIB
Guru-guru pada program Microsoft Elevate: AI for Educators. (Dok. Microsoft)

JawaPos.com - Era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) resmi masuk ruang kelas Indonesia. Di tengah transformasi digital yang kian cepat, peningkatan kompetensi AI bagi guru menjadi kebutuhan mendesak demi menyiapkan siswa menghadapi masa depan berbasis teknologi.

Kehadiran teknologi ini dinilai mulai mengubah cara belajar, metode pengajaran, hingga proses pengelolaan materi pendidikan di ruang kelas.

Guru dituntut tidak hanya memahami penggunaan teknologi digital, tetapi juga mampu mengintegrasikan AI ke dalam proses belajar mengajar secara efektif dan bertanggung jawab.

Menjawab kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative dan Microsoft Indonesia menghadirkan program Microsoft Elevate: AI for Educators. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam memanfaatkan AI secara efektif di lingkungan pendidikan.

Group CEO Biji-biji Initiative Rashvin Pal Singh menilai penguatan kemampuan AI bagi guru harus dilakukan sesuai kebutuhan nyata di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Kami melihat bahwa penguatan kompetensi AI bagi guru harus dilakukan secara kontekstual dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Melalui pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan berbasis praktik nyata, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teknologi, tetapi juga mendorong para guru untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” kata Rashvin dalam keterangannya.

Sementara itu, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan program tersebut dirancang agar tenaga pendidik tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif dan kritis dalam pembelajaran.

Dharma ingun memastikan bahwa para pendidik di Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI secara kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran.

“Kami percaya bahwa guru memiliki peran kunci dalam membentuk generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan inisiatif ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dharma.

Skema pembelajaran program ini menggunakan pendekatan LEAPS yang terdiri dari tahapan belajar materi AI, penerapan di kelas, berbagi praktik baik, dokumentasi pembelajaran, hingga pemilihan peserta terbaik.

Selain itu, Staf Khusus Wakil Presiden RI Achmad Adhitya, menyebut kolaborasi pemerintah dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam mempercepat kesiapan tenaga pendidik menghadapi era digital.

“Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dapat mempercepat kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi era digital, khususnya dalam pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab,” tukas dia.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra