← Beranda
Patuhi PP TUNAS, Roblox Kini Terapkan Pembatasan Konten Berbasis Usia
Nanda PrayogaJumat, 1 Mei 2026 | 20.36 WIB
ILUSTRASI: Roblox. (@Roblox/X)
JawaPos.com - Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan regulasi perlindungan anak hingga ke platform gim melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Sebagai pionir, kebijakan ini juga menjadi regulasi pertama di dunia yang diikuti oleh platform global Roblox.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah terus memperbarui implementasi PP TUNAS secara bertahap. Pada fase awal, regulasi ini menyasar delapan platform digital, termasuk Roblox, yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan media sosial.

Baca Juga: Akali Barcode hingga Modifikasi Mobil, Ini Modus Licik Mafia BBM Subsidi di Jatim

“Roblox menjadi salah satu platform yang telah menyampaikan komitmen kepatuhan setelah melalui pembahasan intensif, mengingat karakteristiknya sebagai platform game yang memiliki perbedaan dengan media sosial,” jelas Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).

Pemerintah pun mengapresiasi langkah konkret Roblox yang mulai menerapkan sejumlah fitur penting untuk memenuhi ketentuan tersebut, salah satunya sistem verifikasi usia bagi seluruh pengguna di Indonesia.

Dari total sekitar 45 juta pengguna Roblox di Tanah Air, sekitar 23 juta di antaranya diperkirakan merupakan anak berusia di bawah 16 tahun.

“Bagi pengguna yang tidak melakukan verifikasi maka fitur komunikasi seperti chat akan otomatis dinonaktifkan. Ini penting untuk mencegah interaksi dengan pihak yang tidak dikenal,” tegas Meutya.

Baca Juga: Martin Odegaard Tampil Melempem saat Arsenal Ditahan Atletico Madrid

Selain itu, Roblox juga menerapkan pembatasan akses konten berdasarkan kelompok usia, mulai dari anak di bawah 13 tahun, remaja 13–15 tahun, hingga pengguna di atas 16 tahun yang masing-masing memiliki tingkat akses berbeda.

Untuk mengurangi risiko kecanduan, platform ini turut menghadirkan fitur pengaturan waktu bermain (screen time) yang bisa dikendalikan oleh orang tua, termasuk dalam menentukan durasi serta waktu akses anak.

Sementara itu, Vice President Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, menyebut PP TUNAS sebagai salah satu regulasi penting dalam upaya perlindungan anak di ruang digital.

“Fitur-fitur yang kami hadirkan di Indonesia merupakan salah satu yang paling ketat secara global dan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan regulasi di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengguna yang belum melakukan verifikasi usia akan otomatis dikategorikan sebagai akun anak tanpa akses komunikasi, sementara orang tua diberikan kontrol penuh terhadap aktivitas akun tanpa perlu pengaturan tambahan.

“Kami berterima kasih atas kepemimpinan Menkomdigi dan dedikasi tim Komdigi. Indonesia menjadi salah satu negara yang memimpin dalam keselamatan anak di ruang digital, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya ini,” tutup Nicky.

EDITOR: Bintang Pradewo