← Beranda
Tak Cukup Bangun Jaringan, Komdigi Dorong Inovasi Digital Berdampak Nyata
Nanda PrayogaJumat, 24 April 2026 | 03.17 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)

 

JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan bahwa Indonesia tidak bisa hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur digital, tetapi harus melangkah lebih jauh dengan menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menyampaikan, transformasi digital nasional perlu beralih dari sekadar perluasan konektivitas menuju pemanfaatan teknologi yang mampu memberikan dampak nyata.

“Indonesia telah mencapai kemajuan yang patut dipuji dalam memperluas cakupan infrastruktur digitalnya. Negara kita telah menyaksikan peningkatan signifikan dalam penggunaan internet, mencapai 80 persen dari populasi pada tahun 2025, naik dari 54 persen pada tahun 2020,” ujarnya saat meresmikan “Pusat Inovasi Bersama ZTE-XLSMART” di Jakarta Selatan, Kamis (23/4).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat ketimpangan dalam akses dan kualitas layanan digital yang perlu segera diatasi. “Sebagai contoh, hanya separuh desa kita yang dilengkapi dengan titik distribusi fiber optik dan hanya sejumlah kecil sekolah di daerah terpencil yang mendapat manfaat dari koneksi internet berkecepatan tinggi,” jelasnya.

Menurut Nezar, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah yang lebih strategis dan cepat dalam pemerataan konektivitas. “Kesenjangan ini menggarisbawahi pentingnya lompatan strategis dalam konektivitas digital,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa konektivitas hanyalah sarana, bukan tujuan akhir dalam transformasi digital. “Ini menandakan pemahaman kolektif kita bahwa konektivitas yang lebih kuat bukanlah tujuan akhir, melainkan katalisator yang ampuh untuk inovasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pusat inovasi memiliki peran penting sebagai ruang kolaborasi untuk mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri.

“Pusat inovasi ini akan berfungsi sebagai wadah bagi ide-ide baru. Sebuah laboratorium tempat teknologi mutakhir seperti AI, 5G, dan solusi digital canggih lainnya akan dieksplorasi, dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan unik Indonesia,” katanya.

Nezar menegaskan bahwa ukuran keberhasilan transformasi digital tidak hanya dilihat dari kemajuan teknologi, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

“Meskipun kemajuan teknologi penting, ukuran keberhasilan kita yang sebenarnya terletak pada kemampuan kita untuk memanfaatkan inovasi ini untuk meningkatkan kehidupan masyarakat kita,” tegasnya.

Ia pun mencontohkan berbagai potensi solusi yang dapat dihasilkan melalui pusat inovasi tersebut.

“Pusat inovasi ini menyediakan platform untuk mengembangkan solusi yang mengatasi tantangan-tantangan penting, baik itu meningkatkan literasi digital di daerah terpencil, mengoptimalkan logistik untuk kepulauan kita yang luas, atau mengembangkan solusi cerdas untuk pusat-pusat perkotaan kita yang terus berkembang,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Nezar menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif. “Saya yakin bahwa pusat inovasi ini tidak hanya akan mempercepat kemajuan teknologi, tetapi juga menginspirasi kolaborasi lebih lanjut dalam ekosistem digital, baik dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas,” tandasnya.

EDITOR: Estu Suryowati