JawaPos.com - Pengunduran diri Tim Cook sebagai CEO Apple setelah hampir 15 tahun membuka babak baru bagi perusahaan teknologi terbesar dunia itu. Sorotan kini tertuju pada sosok penggantinya, John Ternus, figur internal yang selama ini bekerja di balik layar, namun punya pengaruh besar terhadap produk-produk ikonik Apple.
Karier Panjang, Setengah Hidup di Apple
Mengutip berbagai sumber dan blog resmi Apple, di usia 51 tahun, Ternus disebut telah menghabiskan hampir separuh hidupnya di Apple. Ia bergabung pada 2001 sebagai bagian dari tim desain produk, pekerjaan keduanya setelah sempat bekerja di perusahaan kecil perangkat realitas virtual, Virtual Research Systems.
Baca Juga: Simak jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Magelang Besok Rabu, 22 April 2026
Perjalanan kariernya terbilang stabil namun signifikan. Ia diangkat menjadi Vice President of Hardware Engineering pada 2013, lalu naik ke posisi Senior Vice President pada 2021.
Dengan kata lain, selama lebih dari dua dekade, Ternus tumbuh bersama Apple dari level teknis hingga jajaran eksekutif tertinggi.
Menariknya, Ternus 15 tahun lebih muda dari Cook. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Apple tengah menyiapkan kepemimpinan jangka panjang, mengingat perusahaan ini dikenal menjaga kontinuitas, hanya memiliki dua CEO sepanjang milenium ini, termasuk Steve Jobs.
Insinyur di Balik Produk Ikonik Apple
Baca Juga: Pendekatan ke Sekolah, BPJS Kesehatan Dorong Literasi JKN di Kalangan Pelajar
Sebagai pimpinan divisi hardware engineering, Ternus memegang kendali atas seluruh pengembangan perangkat keras Apple, posisi krusial di perusahaan yang identik dengan produk seperti iPhone dan MacBook.
Ia dikenal terlibat langsung dalam pengembangan berbagai produk penting, mulai dari AirPods, Apple Watch, hingga perangkat masa depan seperti Vision Pro. Tak hanya itu, Ternus juga memainkan peran penting dalam transisi besar Apple dari prosesor Intel ke Apple Silicon, langkah strategis yang mengubah performa dan efisiensi perangkat mereka.
Proyek terbarunya termasuk pengembangan MacBook Neo, laptop dengan harga lebih terjangkau yang tetap mempertahankan standar kualitas Apple.
Dalam wawancaranya, Ternus menegaskan prinsipnya:
"Kami tidak pernah ingin mengirimkan barang rongsokan. Kami ingin mengirimkan produk-produk hebat yang memiliki pengalaman Apple, kualitas Apple itu..." kata Ternus saat itu.
Dari Detail Sekrup hingga Filosofi Desain
Cerita awal karier Ternus di Apple menggambarkan dedikasinya terhadap detail. Dalam pidato kelulusannya di University of Pennsylvania tahun 2024, ia mengenang bagaimana dirinya pernah memeriksa jumlah ulir pada kepala sekrup di fasilitas pemasok, bahkan hingga tengah malam.
Baca Juga: Andalkan Jam Malam Anak, Kenakalan Remaja di Surabaya Turun Signifikan hingga 80 Persen
Pengalaman itu membentuk filosofi kerjanya: perhatian pada detail sekecil apa pun adalah bagian dari kualitas produk.
Ia juga banyak terinspirasi oleh Steve Jobs, terutama soal craftsmanship.
Ternus menyebut pernah mengingat bagaimana Jobs memperhatikan bagian belakang furnitur yang bahkan tidak terlihat, sebagai simbol kesempurnaan desain.
Gaya Kepemimpinan: Rendah Hati di Industri yang Kompetitif
Berbeda dari stereotip eksekutif teknologi yang agresif, Ternus justru dikenal dengan pendekatan yang lebih tenang dan rendah hati. Dalam pidatonya, ia menyampaikan prinsip yang cukup mencerminkan karakternya:
Baca Juga: Simak jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Semarang Besok Rabu, 22 April 2026
"Selalu anggap kamu secerdas orang lain di ruangan itu, tapi jangan pernah menganggap bahwa kamu tahu sebanyak yang mereka tahu," kata Ternus.
Pendekatan ini dianggap relevan di tengah ekosistem teknologi yang sering dipenuhi ego besar. Bahkan, Ternus dikenal minim eksposur publik dan tidak aktif di platform seperti X (Twitter).
Tantangan Besar di Depan Mata
Sebagai CEO baru, Ternus tidak hanya mewarisi perusahaan bernilai triliunan dolar, tetapi juga berbagai tantangan strategis. Mulai dari persaingan di bidang kecerdasan buatan (AI), hingga menentukan arah pengembangan teknologi di balik Vision Pro.
Dengan latar belakang teknis yang kuat dan pengalaman panjang di dalam perusahaan, Ternus diharapkan mampu menjaga DNA Apple sekaligus mendorong inovasi baru.
Kini, dari sosok di balik layar, John Ternus resmi naik ke panggung utama, memimpin Apple menuju era berikutnya.