JawaPos.com - Industri game global dihebohkan setelah dugaan kebocoran data yang melibatkan Indonesia Game Rating System (IGRS) berbuntut panjang. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menghentikan sementara penerapan sistem rating tersebut sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi menyeluruh.
Keputusan ini diambil di tengah sorotan internasional terhadap IGRS yang diduga membocorkan data sensitif, termasuk cuplikan gameplay game AAA seperti 007 First Light. Sebelumnya, kritik keras juga datang dari Nic McConnell dari Riot Games yang menilai sistem tersebut masih memiliki banyak celah.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara hingga proses investigasi rampung.
"Sambil menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, kami memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara," ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4).
Langkah ini disebut penting untuk memastikan sistem klasifikasi game berbasis usia tersebut bisa kembali diterapkan secara kredibel dan dipercaya oleh masyarakat maupun pelaku industri.
Komdigi juga membentuk tim khusus untuk menyelidiki persoalan ini secara menyeluruh, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelola IGRS.
Dalam investigasi tersebut, pemerintah turut melibatkan berbagai pihak seperti Badan Siber dan Sandi Negara, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta asosiasi dan pelaku industri game.
Baca Juga: Pelaku Vandalisme di Surabaya Didominasi Remaja, Motif Hobi hingga Eksistensi Komunitas
"Selama proses ini berjalan, kami menerima banyak masukan dari teman-teman asosiasi dan industri. Setiap hari kami berdiskusi dan melakukan identifikasi terhadap hal ini," kata Sonny.
Ia menambahkan, progres investigasi akan disampaikan secara berkala kepada publik meski belum ada kepastian kapan evaluasi rampung.
Di tengah polemik ini, Komdigi memastikan tidak akan ada pembatasan akses terhadap game yang beredar di Indonesia selama penundaan IGRS.
"Tetap bisa dimainkan," tegas Sonny mengutip ANTARA.
Ia juga menekankan bahwa pemblokiran game tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus melalui mekanisme dan aturan yang berlaku. Sejauh ini, tidak ada game yang diblokir terkait kebijakan tersebut.
Sebelumnya, IGRS menjadi sorotan setelah diduga membuka akses ke data internal melalui celah keamanan, yang berujung pada bocornya lebih dari 1.000 email developer serta materi game yang belum dirilis.
Baca Juga: 6 Shio Paling Beruntung Mulai 18 April 2026, Kesuksesan dan Rezeki Mengalir Tanpa Henti
Nic McConnell mengungkap bahwa proses pengajuan rating di IGRS masih dilakukan secara manual, dengan pengiriman materi melalui tautan eksternal, metode yang dinilai rawan kebocoran.
"Menurut saya tim di IGRS berukuran kecil dan diberi tugas yang sangat besar tanpa sumber daya yang memadai," ujarnya.
Meski demikian, ia juga menilai tim IGRS tetap berupaya menjalankan tugasnya di tengah keterbatasan.
Baca Juga: Legenda Arsenal Aaron Ramsey Terkesan Pada Antusiasme Penggemar Indonesia
Dengan penghentian sementara ini, pemerintah dihadapkan pada tantangan besar untuk membenahi sistem IGRS, mulai dari keamanan data hingga kesiapan infrastruktur dan SDM, agar dapat kembali dipercaya oleh industri game global.