← Beranda
Penggunaan AI di Kalangan Mahasiswa Hambat 7 Kreativitas dalam Pembelajaran Akademik
Risma Azzah FatinSabtu, 4 April 2026 | 13.03 WIB
Ilustrasi mahasiswa (Freepik)

 

JawaPos.com – Laporan terbaru mengungkap dampak penggunaan kecerdasan buatan generatif di dunia pendidikan. Alat seperti Artificial Intelligence semakin sering digunakan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan tugas secara instan.

Namun, penelitian ini menyoroti bahwa penggunaan tersebut tidak selalu mendorong proses pembelajaran yang mendalam.

Berikut 7 dampak negatif AI terhadap siswa dan mahasiswa berdasarkan temuan, seperti dikutip dari laporan penelitian University of Southern California pada Jum'at (3/4).

1.     Ketergantungan pada Jawaban Instan

Mahasiswa cenderung menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban cepat tanpa memahami konsep. Hal ini menciptakan pola ketergantungan pada teknologi dalam menyelesaikan tugas akademik. Akibatnya, kemampuan berpikir mandiri menjadi berkurang. Dalam jangka panjang, hal ini dapat melemahkan proses pembelajaran yang seharusnya bersifat mendalam.

2.     Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis

Penggunaan AI yang berlebihan membuat siswa kurang terbiasa menganalisis informasi secara mandiri. Mereka lebih memilih menerima jawaban yang diberikan tanpa evaluasi lebih lanjut. Kondisi ini menghambat perkembangan keterampilan berpikir kritis. Padahal, kemampuan tersebut merupakan aspek penting dalam pendidikan tinggi.

3.     Minimnya Pemahaman Konseptual

AI sering digunakan untuk menyelesaikan tugas tanpa melalui proses pemahaman materi. Mahasiswa cenderung melewati tahapan belajar yang seharusnya dilakukan secara bertahap. Hal ini menyebabkan pemahaman konsep menjadi dangkal. Akibatnya, siswa kesulitan menerapkan pengetahuan dalam konteks yang berbeda.

4.     Meningkatnya Risiko Plagiarisme

Kemudahan akses AI membuka peluang terjadinya plagiarisme dalam tugas akademik. Siswa dapat dengan mudah menyalin atau memodifikasi hasil yang dihasilkan AI. Hal ini menimbulkan masalah etika dalam dunia pendidikan. Selain itu, integritas akademik menjadi semakin sulit dijaga.

5.     Penurunan Kreativitas Siswa

Penggunaan AI dalam penulisan dan penyelesaian tugas dapat mengurangi kreativitas individu. Siswa cenderung mengandalkan ide yang dihasilkan oleh mesin. Hal ini membatasi eksplorasi gagasan orisinal dari diri sendiri. Dalam jangka panjang, kemampuan inovasi dapat mengalami penurunan.

6.     Ketimpangan Akses dan Pemanfaatan AI

Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi AI. Perbedaan ini menciptakan kesenjangan dalam proses pembelajaran. Siswa dengan akses terbatas mungkin tertinggal dibandingkan yang lebih terbantu teknologi. Kondisi ini memperlebar ketidaksetaraan dalam pendidikan.

7.     Kurangnya Arahan dari Pengajar

Banyak siswa menggunakan AI tanpa bimbingan yang memadai dari dosen atau guru. Hal ini membuat penggunaan AI tidak terarah dan cenderung disalahgunakan. Tanpa panduan, siswa lebih memilih cara instan dibandingkan pembelajaran mendalam. Peran pengajar menjadi sangat penting dalam mengarahkan penggunaan teknologi ini.

EDITOR: Novia Tri Astuti