← Beranda
Melania Trump Sambut Robot Humanoid Figure AI di Gedung Putih, Tanda Era Baru Robotika AI
Dony Lesmana Eko PutraSenin, 30 Maret 2026 | 00.37 WIB
Gedung Putih mencatat momen bersejarah di dunia teknologi dan robotika. (dok.techbuzz)

 

JawaPos.com - Gedung Putih mencatat momen bersejarah di dunia teknologi dan robotika. Ibu Negara Melania Trump dikabarkan menerima kunjungan robot humanoid dari Figure AI, dalam salah satu penampilan publik paling simbolis bagi industri robotika berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kehadiran robot tersebut di 1600 Pennsylvania Avenue menjadi sinyal kuat bahwa robot humanoid kini bukan lagi sekadar konsep futuristis, melainkan mulai masuk ke ranah kebijakan, industri, dan perhatian pemerintah tingkat tinggi.

Menurut laporan CNBC, pertemuan itu berlangsung di area Sayap Timur Gedung Putih. Meski detail acara belum diungkap sepenuhnya, momen ini dinilai sangat penting karena menunjukkan bagaimana robotika AI kini mulai diterima sebagai bagian dari masa depan teknologi Amerika Serikat.

Figure AI adalah startup robotika humanoid asal Sunnyvale, California, yang berdiri pada 2022. Dalam waktu singkat, perusahaan ini menjadi salah satu pemain besar di industri robot humanoid.

Pada Februari 2024, Figure AI berhasil meraih pendanaan US$675 juta dengan valuasi mencapai US$2,6 miliar. Investor besar yang mendukung perusahaan ini antara lain OpenAI, Nvidia, Microsoft, Amazon, hingga Jeff Bezos.

Dana besar tersebut digunakan untuk mengembangkan Figure 02, robot humanoid generasi terbaru yang dirancang untuk bekerja di gudang, fasilitas manufaktur, hingga sektor ritel.

Saingan Berat Tesla Optimus

Kemunculan Figure AI di Gedung Putih datang di tengah persaingan ketat industri robot humanoid AI. Saat ini, Figure AI bersaing dengan sejumlah nama besar seperti Tesla Optimus, Boston Dynamics, dan berbagai startup robotika lain yang juga memburu pasar robot pekerja serbaguna.

Target utamanya jelas: menciptakan robot humanoid yang mampu bekerja berdampingan dengan manusia di lingkungan nyata, bukan hanya di laboratorium atau pabrik tertutup.

CEO Figure AI, Brett Adcock, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan menargetkan robotnya mulai beroperasi secara komersial pada periode 2025 hingga 2026.

Andalkan Teknologi OpenAI

Salah satu keunggulan Figure AI adalah kolaborasinya dengan OpenAI. Kerja sama ini memungkinkan robot humanoid Figure dibekali kemampuan penalaran dan interaksi yang lebih canggih berkat integrasi model bahasa AI.

Pendekatan ini membuat Figure AI tidak hanya fokus pada gerakan mekanis, tetapi juga pada kemampuan robot untuk memahami instruksi, berkomunikasi, dan merespons situasi dunia nyata secara lebih natural.

Dengan kata lain, Figure AI ingin membuat robot humanoid yang tidak hanya bisa bergerak, tetapi juga “berpikir” lebih baik.

Bukan Sekadar Gimmick

Kehadiran Figure AI di Gedung Putih bukan hanya soal pencitraan. Momen ini juga memperlihatkan bahwa pemerintah Amerika Serikat mulai memberi perhatian lebih serius pada AI dan robotika sebagai teknologi strategis di tengah persaingan global, khususnya dengan Tiongkok.

Menampilkan robot humanoid buatan dalam negeri di Gedung Putih menjadi pesan politik dan teknologi yang kuat: Amerika ingin tetap memimpin di sektor AI dan robotika canggih.

Bagi Figure AI sendiri, sorotan seperti ini tentu sangat menguntungkan. Selain memperkuat citra perusahaan, eksposur besar di panggung nasional juga bisa membantu mereka mendapatkan kontrak komersial, kerja sama industri, bahkan peluang kemitraan dengan pemerintah.

Sudah Diuji di Dunia Industri

Figure AI bukan sekadar pamer konsep. Perusahaan ini diketahui telah menguji robot humanoidnya di fasilitas manufaktur BMW di South Carolina.

Robot tersebut diklaim sudah mampu menjalankan sejumlah tugas dasar seperti: mengambil barang, memindahkan objek, membantu proses pengemasan, serta mendukung pekerjaan logistik gudang. Meski demikian, adopsi massal robot humanoid di dunia kerja masih berada pada tahap awal.

Kemunculan Figure AI di Gedung Putih juga bisa dibaca sebagai pertanda bahwa pembahasan soal aturan robot humanoid akan semakin penting dalam waktu dekat.

Robot Humanoid Kini Masuk Arus Utama

Momen Figure AI bersama Melania Trump menunjukkan satu hal penting: robot humanoid kini telah masuk ke arus utama budaya dan kebijakan.

Dulu, robot seperti ini hanya terlihat dalam film fiksi ilmiah. Kini, mereka mulai hadir di pabrik, gudang, perusahaan besar, bahkan Gedung Putih.

Pertanyaan besarnya sekarang bukan lagi apakah robot humanoid akan hadir dalam kehidupan sehari-hari, tetapi siapa yang akan memimpin pasar ini dan seberapa cepat dunia siap menerimanya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra