JawaPos.com - Sepekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengungkap daftar PSE dengan trafik terbesar yang belum melakukan pendaftaran. Dari daftar yang ada, terungkap masih ada beberapa platform besar belum mendaftar, seperti LinkedIn, Yahoo, Opera, hingga Steam.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyebutkan kalau pihaknya akan mengirimkan surat peringatan pada platform-platfom tersebut. Bersama dengan surat peringatan tersebut, Kemenkominfo menyebut akan memberikan tenggat waktu lima hari kerja bagi platform memberikan tanggapan.
Apabila dalam lima hari kerja atau hari ini, Rabu (27/7) kemarin, penyedia platform tersebut tidak merespons, Kemenkominfo akan mulai melakukan pemblokiran. "Kalau tidak (memberikan respons), proses pemblokiran akan berjalan," tuturnya saat itu.
Saat ini, hingga Kamis (28/7) dini hari, berdasarkan pantauan JawaPos.com, dari sejumlah platform yang sudah diungkapkan oleh Kemenkominfo pekan lalu, baru Roblox yang diketahui telah terdaftar. Sementara, platform lain yang diumumkan pekan lalu belum tampak muncul di situs PSE Kemkominfo.
Jika merujuk pernyataan sebelumnya, ada kemungkinan apabila layanan tersebut belum melakukan pendaftaran hingga tengah malam lalu, Kemenkominfo harusnya sudah mulai melakukan pemblokiran. Namun, seperti apa mekanisme pemblokirannya belum diketahui.
Sejauh ini, pihak Kemenkominfo sudah dihubungi JawaPos.com. Namun sampai berita ini dibuat, tidak ada satupun pihak Kementerian yang digawangi oleh Politisi Partai Nasdem, Johnny G.Plate itu yang memberikan tanggapan.
Berikut daftar PSE yang belum mendaftar termasuk dalam daftar 100 trafik pengguna terbanyak:
1. Opera
2. LinkedIn
3. PayPal
4. Amazon.com
5. Alibaba.com
6. Yahoo
7. Bing
8. Steam
9. Dota
10. Epic Games
11. Battlenet
12. Origin
13. Counter-Strike