JawaPos.com - Terik matahari yang seolah membakar seluruh penjuru Surabaya tak menyurutkan niat ribuan warga untuk berbondong-bondong datang ke Pekan Raya Jatim (PRJ) yang digelar di halaman Grand City Mall Surabaya, Kamis (15/10).
Bahkan, jauh sebelum gerbang resmi dibuka pada pukul 14.00 WIB, barisan pengunjung sudah tampak mengular di depan loket pembelian tiket.
Antusiasme tinggi ini menjadi potret nyata bagaimana demam pameran akbar tahunan tersebut merajai linimasa media sosial dan menarik perhatian khalayak luas.
Euforia inilah yang membuat Mirna, 34, pengunjung asal Malang, penasaran untuk datang langsung bersama adik ipar dan saudaranya. Mirna bahkan rela bermalam di Kota Pahlawan, demi bisa berkunjung ke pameran yang dilangsungkan mulai 8-18 Oktober 2026 tersebut.
Mirna sengaja memilih datang di hari kerja dengan harapan suasananya tidak terlalu padat. Meskipun pada kenyataannya, ia tetap harus rela berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya, saat berburu produk incaran.
"Penasaran aja, soalnya rame FYP di TikTok. Pilih weekday pikir saya tidak ramai, ternyata ya tetap ramai juga tapi tidak antri banget. Beli tiketnya gampang, masuknya juga masih lancar," ujar Mirna kepada JawaPos.com.
Meski mengaku tidak terlalu memusingkan promo atau membandingkan harga secara online, Mirna tetap menikmati momen jalan-jalannya dengan saudara-saudaranya. Di sisi lain, ia tetap berbelanja jajanan dengan batasan tertentu.
"Asal nggak kalap. Kalau liat semua ya mau, ini itu banyak. Tapi saya ngincer tas jajannya juga, bagus dan unik-unik," tambahnya.
Hal senada juga dirasakan oleh Nur Ika, 31, pengunjung asal Banyuwangi yang kini menetap di Surabaya. Baginya, PRJ adalah surga untuk berburu camilan yang bisa dibagikan ke kampung halaman.
"Belanja aja, jajan-jajan. Nanti belanjaannya sebagian bisa dipaketin ke kampung, soalnya banyak keponakan," kata Ika.
Ia menyebut variasi produk yang melimpah menjadi daya tarik utama, di samping sekadar mengejar diskon semata.
"Kalau harga memang ada beberapa yang promo, tapi bukan ngincer promonya juga. Soalnya banyak pilihannya jadi bisa milih-milih apa yang menarik. Saya juga ngincer tasnya yang bagus-bagus dan lucu-lucu. Tiap produk itu beda-beda tasnya, ada yang tas berbentuk produknya dan gede."
Kepadatan pengunjung yang memadati area pameran tentu membawa angin segar bagi para pelaku usaha yang berpartisipasi. Commercial Marketing Lead PT Petra Sejahtera Abadi, Agung Septian, yang mengelola stan produk olahan daging beku Mabell, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tahun ini.
"Alhamdulillah kalau tahun ini antusiasmenya meningkat. Dari sisi sell out dan trafik juga terasa ya, walaupun saya belum dapat trafik resminya, cuman berasa nih di operasionalnya cukup tinggi lah trafiknya," ungkap Agung.
Ia memperkirakan rata-rata peningkatan penjualan produknya berada di kisaran angka 30 persen. Target penjualan harian pun tercatat konsisten tercapai hingga hari kedelapan penyelenggaraan.
Dengan sisa tiga hari menjelang penutupan, Agung optimistis tren positif ini akan terus berlanjut dan memastikan keikutsertaannya kembali pada perhelatan tahun depan.
Marketing Director PT JIEXPO Ralph Scheunemann mengatakan, pada tahun keempat penyelenggaraan, PRJ Surabaya 2026 menghadirkan lebih dari 350 stan dengan 600 merek yang berasal dari sektor UMKM maupun perusahaan swasta.
Ia menargetkan sebanyak 270.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp 50 miliar selama 11 hari penyelenggaraan. Tiket masuk dapat dibeli di lokasi maupun secara daring dengan harga Rp 20.000 pada Senin, Rp 25.000 pada Selasa hingga Jumat, serta Rp 30.000 pada Sabtu dan Minggu.