JawaPos.com - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Timur masih terdeteksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda.
Sistem Fine Fuel Moisture Code (FFMC) BMKG Juanda mendeteksi sebanyak 106 hotspot atau titik panas yang tersebar di berbagai daerah di Jatim.
Prakirawan BMKG Juanda, Bhilda Maulida, menjelaskan bahwa kemunculan ratusan titik panas tersebut mengindikasikan area yang sangat rentan mengalami kebakaran jika terpicu percikan api.
"Terpantau 106 titik panas tersebar di wilayah Jatim. Rinciannya, 14 dalam kategori tinggi, 83 kategori sedang, dan 9 lainnya kategori rendah," ujar Bhilda, Rabu (14/10).
Baca Juga: Suhu Jatim Masih Mendidih, Mojokerto dan Nganjuk Bertahan di 37 Derajat Celsius
Berdasarkan analisis indikator FFMC, mayoritas wilayah di Jawa Timur saat ini berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi hingga sangat tinggi.
Kondisi material dan vegetasi yang mengering membuat lahan sangat mudah menyala apabila terdapat sumber api sekecil apa pun.
Dari total 106 titik panas yang terpantau, sebaran terbanyak berada di wilayah Jawa Timur bagian selatan dan barat.
Kabupaten Lumajang mencatatkan titik terbanyak dengan 19 titik panas, disusul Jember 10 titik, Ponorogo 9 titik, serta Malang dan Blitar masing-masing 7 titik.
"Diprakirakan kondisi dengan tingkat kewaspadaan tinggi hari ini terutama di Ponorogo, Blitar, Lumajang, Jember, dan Malang," tutur Bhilda.
Baca Juga: Kombinasi Suhu Panas 37 Derajat dan Angin Kencang 35 Kilometer per Jam Kepung Jatim
Mengingat tingginya risiko karhutla, BMKG Juanda mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran secara terbuka di area lahan kering maupun pekarangan.
"Jangan membakar sampah, kebun, atau lahan kering. Pantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG," kata Bhilda.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan berpotensi karhutla juga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila wilayahnya mulai terdampak asap, serta selalu mengenakan masker kesehatan.
Di samping itu, BMKG Juanda mendesak jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengintensifkan patroli serta pemantauan lapangan.
empat Kabupaten menjadi prioritas pengawasan, yakni wilayah Lumajang, Jember, Ponorogo, Malang, dan Blitar.
Baca Juga: Mudahkan Transaksi Buat Para Pensiunan, Bank Jatim Siapkan Kartu Pintar Elektronis