← Beranda
Kombinasi Suhu Panas 37 Derajat dan Angin Kencang 35 Kilometer per Jam Kepung Jatim
Dadang Kurnia• Selasa, 13 Oktober 2026 | 15.11 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menyiram tanaman di bawah Fly Over Wonokromo, Surabaya, di tengah suhu panas menyengat. (Dadang Kurnia/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda merilis peringatan dini terkait kombinasi suhu udara menyengat hingga hembusan angin kencang yang berpotensi melanda sejumlah daerah di Jatim, Selasa (13/10).

Gelombang panas terik pada siang hari ini menjadi fokus utama kewaspadaan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Suhu udara maksimum di Jawa Timur diprakirakan menyentuh level 37 derajat Celsius.

Dua daerah yang tercatat paling panas pada hari ini adalah Nganjuk dengan tingkat kelembapan terendah 31 persen dan Kota Mojokerto dengan kelembapan udara terendah 26 persen.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Ganggu Aktivitas Warga Batam, Air Bersih hingga Jaringan Komunikasi Ikut Terganggu

Selain itu, hawa panas menyengat di angka 36 derajat Celsius juga merata di sejumlah daerah seperti Bojonegoro, Jombang, Kediri, Kota Madiun, Lamongan, dan Ngawi. Untuk Surabaya dan Sidoarjo turut merasakan terik matahari dengan suhu maksimum mencapai 35 derajat Celsius.

Selain suhu panas yang membakar, ancaman angin kencang turut menyertai dinamika cuaca di Jatim hari ini. BMKG mencatat kecepatan angin di beberapa daerah melonjak signifikan melampaui 30 kilometer per jam.

Baca Juga: Listrik Padam di Batam, Produksi Air Bersih Hanya 30 Persen meski Pakai Genset

Daerah dengan hembusan angin paling kencang diprakirakan melanda Ponorogo dengan kecepatan angin mencapai 35,1 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara.

Kemudian Nganjuk dengan kecepatan angin tercatat 34,9 kilometer per jam dari arah tenggara, Kota Kediri menyentuh 34 kilometer per jam dari arah selatan, Kediri mencapai 32,9 kilometer per jam dari arah selatan, dan Gresik tercatat 32,8 kilometer per jam dari arah timur laut.

EDITOR: Bintang Pradewo