← Beranda
Bayi Meninggal usai Diberi Telur Mentah, Ahli Gizi Unair Ingatkan ASI Eksklusif
Ardini Pramitha• Senin, 12 Oktober 2026 | 22.12 WIB
Ilustrasi ibu dan bayi

JawaPos.com - Seorang bayi berusia 28 hari bernama Alena dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah dengan dalih untuk menyembuhkan demam. 

Menanggapi kasus itu, Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi mengingatkan pentingnya ASI pada bayi baru lahir

Peristiwa ini menjadi perhatian karena pemberian makanan selain air susu ibu (ASI) pada bayi yang baru lahir dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.

Mahmud menjelaskan, penyebab pasti kematian bayi tersebut memang masih perlu menunggu hasil investigasi pihak rumah sakit.

Baca Juga: Jangan Beri Telur Mentah, Cek 4 Tanda Bayi Sudah Siap Terima MPASI

“Kemungkinan pastinya tetap kita harus menunggu hasil investigasi dari pihak RS,” ujar Mahmud, Senin (12/10/2026). 

Namun, dari perspektif gizi, Mahmud menegaskan bahwa bayi berusia 28 hari hingga enam bulan tidak membutuhkan makanan atau minuman tambahan selain ASI. 

Prinsip ini dikenal sebagai ASI eksklusif, yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi bayi sekaligus mendukung perlindungan terhadap infeksi.

“Bayi usia 28 hari (sampai 6 bulan) tidak memerlukan makanan atau minuman apa pun selain ASI, bahkan air putih sekalipun. Konsep ini disebut sebagai ASI eksklusif,” jelasnya.

Menurut Mahmud, ASI telah memenuhi kebutuhan gizi bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Selain itu, ASI juga mengandung antibodi yang membantu memberikan perlindungan imun bagi bayi.

Baca Juga: Miris, Bayi 28 Hari Meninggal Dunia Usai Diduga Diberi Telur Mentah oleh Neneknya

“ASI memenuhi kebutuhan gizinya dan juga memberi perlindungan imun atau antibodi,” katanya.

Dia menjelaskan, pemberian makanan seperti telur, madu, pisang, atau bubur pada bayi yang masih berusia sangat dini tidak memberikan manfaat gizi yang dibutuhkan. Sebaliknya, praktik tersebut berpotensi membahayakan kesehatan bayi.

“Telur mentah berisiko membawa bakteri Salmonella, mikroorganisme patogen yang dapat menimbulkan infeksi dan masalah kesehatan,” jelasnya.

Risiko tersebut perlu menjadi perhatian karena bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang.

Saluran pencernaan dan mikrobiota ususnya juga belum matang sehingga tubuhnya lebih rentan menghadapi infeksi.

Baca Juga: Emil Sampaikan Duka Atas Meninggalnya Bayi 28 Hari yang Meninggal Usai Diberi Telur Mentah

Mahmud menyebutkan bahwa kondisi tersebut membuat bayi berusia sangat muda lebih rentan mengalami dampak serius ketika terpapar patogen.

“Usus anak atau neonatus belum siap menghadapinya karena mikrobiota usus belum terbentuk, sistem imun masih belum matang sehingga patogen lebih mudah menembus dan masuk ke aliran darah,” paparnya.

Selain risiko infeksi, pemberian makanan yang tidak sesuai usia juga dapat menyebabkan tersedak atau aspirasi, yaitu masuknya makanan ke saluran pernapasan. Infeksi saluran pencernaan pun dapat berkembang menjadi diare berat dan dehidrasi.

“Akibatnya bisa berupa tersedak atau aspirasi, diare berat, dehidrasi, hingga perburukan pada bayi sekecil ini bisa sangat cepat,” kata Mahmud.

Meski demikian, risiko tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa telur mentah menjadi penyebab langsung kematian bayi dalam kasus ini.

Baca Juga: Bayi Meninggal Diberi Telur Mentah, IDAI Keluarkan 6 Imbauan Terkait Pemberian Makan

Kepastian penyebab kematian tetap harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan investigasi medis.

Lebih lanjut, Mahmud menekankan pentingnya memperluas edukasi mengenai ASI eksklusif kepada seluruh anggota keluarga. 

Menurut dia, pemahaman tentang kebutuhan gizi bayi tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu, tetapi juga perlu dimiliki oleh orang-orang terdekat yang turut merawat bayi.

“Hal ini juga menjadi alasan pentingnya edukasi ASI eksklusif tidak hanya ke ibu, tapi juga ke keluarga terdekat lainnya,” tegasnya.

Edukasi tersebut dinilai penting untuk mencegah pemberian makanan atau bahan tertentu kepada bayi berdasarkan kepercayaan turun-temurun yang belum terbukti aman secara medis.

Baca Juga: Kapan Pemberian Makanan Pendamping Bayi Bisa Diberikan? Berikut Penjelasan IDAI

Apabila bayi mengalami demam, keluarga sebaiknya tidak memberikan telur mentah, madu, atau ramuan tertentu sebagai pengobatan tanpa arahan tenaga kesehatan. 

Bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih harus segera mendapatkan pemeriksaan medis karena demam pada usia tersebut dapat menandakan infeksi serius.

EDITOR: Bayu Putra