Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP David Manurung mengatakan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
"Saat ini untuk proses masih dalam tahap penyelidikan. Untuk Labfor masih menunggu hasilnya," kata David, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Peruntungan Shio Kamis 8 Oktober 2026: Monyet, Kelinci, Kuda, Babi, Macan, Kambing
Menurutnya, hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) nantinya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden.
“Perkembangan terbaru terkait hasil penyelidikan setelah pemeriksaan dan analisis Labfor selesai dilakukan, nantinya akan kami sampaikan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden ledakan itu terjadi pada Selasa (6/10), sekitar jam 07.00 WIB. Saat itu koki dari sedang memasak, lalu sempat mencium bau gas.
“Dalam sekejap terjadi ledakan dan saat ini dilakukan Olah TKP. Tim Jibom juga sudah di lokasi,” ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan.
Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Pahlawan itu menambahkan, dugaan kebocoran gas juga dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi yang ada.
Baca Juga: Tukar Guling Masjid Al Hurriyah Masih Belum Tuntas, Warga Kebon Sirih Mengadu ke DPR
Jajaran kepolisian melakukan olah TKP di lokasi beserta pemasangan garis polisi, guna mengamankan area sekitar.
Sebanyak 58 bangunan dilaporkan rusak.Rinciannya ruko 42 unit terdiri dari 10 ruko rusak ringan, 28 ruko rusak sedang, dan 4 ruko mengalami rusak berat.
Kemudian 16 unit rumah hunian 16 unit meliputi rusak ringan 13 unit, rusak sedang 2 unit, serta rusak berat 1 unit.
Beberapa kendaraan ikut terkena dampaknya, yakni 3 unit sepeda motor, serta 5 unit mobil, serta 5 orang luka-luka dilarikan ke rumah sakit.