← Beranda
Mahasiswa UINSA Tuntut Adanya Pakta Integritas Jadi Syarat Calon Rektor Baru
Ardini Pramitha• Senin, 28 September 2026 | 00.15 WIB
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) tetap memblokade gedung rektorat hingga rektor definitif terpilih. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) mendorong pakta integritas mahasiswa menjadi bagian dalam proses seleksi calon rektor. Komitmen ini dipandang perlu dan penting bagi sosok calon orang nomor satu di UINSA.

Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya Fadlurrakhman Fazle mengatakan pakta integritas tersebut telah disusun pihak mahasiswa. “Pakta integritas mahasiswa sebagai bentuk artikulasi aspirasi dan komitmen bersama mengenai arah kepemimpinan UINSA ke depan,” kata Ale sapaan akrab Fadlurrakhman Fazle dalam konferensi pers di gedung rektorat, Minggu (27/9).

Menurutnya, pakta integritas tersebut didorong untuk diakomodasi dalam proses seleksi administrasi calon rektor. Setidaknya, dokumen itu menjadi bentuk komitmen yang diketahui dan ditandatangani seluruh calon rektor yang mengikuti proses seleksi.

“Sekurang-kurangnya sebagai dokumen komitmen yang wajib diketahui dan ditandatangani oleh seluruh calon rektor yang mengikuti proses seleksi,” ujarnya. Ale menegaskan, usulan tersebut tetap mempertimbangkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mahasiswa ingin pakta integritas menjadi instrumen untuk memastikan calon rektor memiliki komitmen terhadap pembenahan tata kelola kampus.“Sepanjang mekanisme tersebut dapat ditempatkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Adapun sejumlah poin yang termuat dalam pakta integritas mahasiswa tersebut meliputi transparansi dan akuntabilitas tata kelola universitas, pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta perlindungan hak-hak mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa mendorong komitmen terhadap transparansi dan keadilan dalam kebijakan pendidikan, perbaikan fasilitas dan pelayanan akademik, keterbukaan dalam pengambilan kebijakan strategis, serta penghormatan terhadap kebebasan akademik dan demokrasi kampus.

Pakta integritas tersebut juga diarahkan untuk mendorong pemulihan kepercayaan civitas akademika UINSA terhadap kepemimpinan kampus.

 

“Pakta integritas mahasiswa yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa calon rektor tidak hanya memenuhi persyaratan administratif dan akademik, tetapi juga memiliki komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas tata kelola universitas,” jelasnya.

Mahasiswa menilai pembenahan UINSA tidak cukup hanya dilakukan melalui pergantian figur pemimpin. Mereka menginginkan adanya komitmen yang jelas terhadap perbaikan tata kelola universitas.

 

“Kami memandang bahwa pemulihan UINSA ini perlu dan tidak cukup hanya dengan mengganti figur, tapi juga harus disertai dengan komitmen yang jelas terhadap pembenahan tata kelola universitas,” pungkas Ale.

 

EDITOR: Diar Candra