JawaPos.com - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali menyegel pintu gerbang kampus, Senin (21/9).
Aksi ini sebagai bentuk protes meminta rektor UINSA Akh Muzakki agar tidak memimpin kampus untuk periode keduanya.
Korlap aksi, Fadlurrahman Fazle saat dikonfirmasi menyebut penyegelan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB.
Baca Juga: 8 Cara Mudah Mendeteksi dan Merawat Engine Mount Mobil Anda
"Kampus kami segel. Tidak ada aktifitas perkuliahan hari ini," kata mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UINSA ini.
Menurutnya, yang diperbolehkan masuk adalah mahasiswa dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau aplikasi khusus mahasiswa UINSA.
"Bagi pegawai tenaga kependidikan, hanya boleh masuk untuk absen saja. Parkir kendaraan di luar," ujarnya.
Aksi tersebut membuat kepadatan di jalur frontage Ahmad Yani Surabaya karena terjadi penumpukan pegawai yang tidak masuk ke dalam kampus.
Baca Juga: Harapan Presiden Madura United Atas Performa Tim di Awal Musim
Aksi tersebut akan terus dilakukan hingga tuntutan utama mahasiswa dipenuhi Kementerian Agama yakni mencopot Rektor UINSA Akh Muzakki.
"Aksi akan terus kami lakukan sampai rektor turun," jelasnya.
Pekan lalu, mahasiswa juga menggelar aksi protes pelantikan Akh Muzakki sebagai rektor baru periode 2026-2030. Adapun delapan tuntutan UINSA itu yakni:
1. Tuntutan pertama itu copot secara tidak hormat atau mundur secara pribadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
2. Mendesak pimpinan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk memberikan pernyataan publik terkait PPID yang baru terbentuk pada tahun 2025, terhitung selama 3 tahun UINSA mengkhianati mandatori UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mengindikasikan adanya dugaan korupsi.
3. Usut tuntas kasus Kopertais yang melibatkan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai terlapor.
Baca Juga: UK Petra Surabaya Sukses Memecahkan Rekor Muri Pameran Pendidikan di Pusat Perbelanjaan
4. Menuntut klarifikasi dan tenggat waktu atas terlambatnya pembagian buku, KTM, dan almamater mahasiswa baru.
5. Menuntut pertanggungjawaban atas penerimaan mahasiswa baru yang terlalu banyak sehingga berdampak pada keterbatasan fasilitas di kampus.
6. Hapus kebijakan jam malam yang tidak pro terhadap kebutuhan non-akademik mahasiswa.
7. Menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan penentuan UKT mahasiswa baru yang tidak pro mahasiswa menengah ke bawah.
8. Hapus mekanisme peminjaman tempat yang selalu dipersulit
Akh Muzakki dilantik lagi untuk menjadi Rektor UINSA periode 2026-20230. Pelantikan digelar di kantor Kemeneg Jakarta, Selasa (15/9) kemarin.
Saat Pilrek, ada 13 guru besar yang mendaftar. Mereka adalah Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.; Prof. Dr. Abdul Chalik, M.Ag.; Prof. Dr. Khoirun Niam, M.Ag.; Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag.; Prof. Dr. Idri, M.Ag.; Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.; Prof. Dr. Siti Warjiyati, S.H., M.H.; Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag.