← Beranda
Kasus Influenza A di Surabaya Naik 10 Persen, Dinkes Imbau Pakai Masker 
Ardini PramithaMinggu, 20 September 2026 | 02.14 WIB
Ilustrasi Seseorang Terkena Influenza. (Freepik)

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat adanya peningkatan kasus influenza A di Surabaya dalam beberapa bulan terakhir. 

Kenaikan kasus terjadi secara bertahap sejak Juli hingga September 2026 dengan peningkatan sekitar sepuluh persen.

Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan, peningkatan kasus mulai terlihat dari Juli ke Agustus dan kembali meningkat pada Agustus ke September.

Baca Juga: Mengenal Etomidate, Zat yang Terkandung dalam Vape Selebgram Jule

“Iya, dari Agustus ke September, Juli ke Agustus sudah mulai ada peningkatan. Terus Agustus ke September meningkat lagi. Jadi peningkatan-peningkatannya kalau lihat sih angkanya sekitar 10 persenan ya,” kata Billy, Sabtu (19/9). 

Billy mengatakan sejak Januari hingga Agustus 2026 Dinkes Surabaya menangani 40.539 kasus influenza.

Data tersebut merupakan akumulasi kasus yang ditangani di puskesmas dan rumah sakit di wilayah Surabaya.

Billy mengatakan, angka kasus pada September masih akan terus dipantau hingga akhir bulan. Namun, hingga pertengahan September, jumlah kasus sudah menunjukkan peningkatan.

“Ini ke September-nya, tetapi di akhir-akhir bulan nanti baru aku lihat ya. Tapi September ini sudah setengahnya kemarin,” ujarnya.

Menurut Billy, gejala yang dialami pasien cenderung ringan. Beberapa gejala yang muncul di antaranya demam, badan lemas, dan batuk.

Dia menyebut kasus yang ditemukan saat ini lebih cenderung mengarah pada influenza A. Berdasarkan pengamatan Dinkes Surabaya, kasus influenza juga lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa dibandingkan anak-anak.

“Lebih cenderung banyak ke dewasa ya. Anak-anak kalau ada gejala biasanya lebih ringan,” katanya.

Billy menjelaskan, mobilitas masyarakat dewasa yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi tersebut. Selain itu, kondisi fisik yang menurun juga dapat membuat orang dewasa lebih mudah mengalami gejala.

“Justru dewasa ini yang banyak yang mobilisasinya tinggi, lalu fisiknya menurun, ini yang menyebabkan jumlah kasusnya di dewasa cukup tinggi,” ujarnya.

Untuk menekan penyebaran influenza, Dinkes Surabaya mengimbau masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan. Salah satunya menggunakan masker ketika berada di lingkungan dengan banyak orang.

“Pertama di lingkungan yang banyak orang sebaiknya masker ya, itu dulu aja, itu awal,” kata Billy.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh. Billy menyebut konsumsi vitamin dan suplemen dengan kandungan vitamin C dapat menjadi salah satu upaya menjaga kondisi tubuh.

Dinkes Surabaya juga menyediakan vaksin influenza di puskesmas. Masyarakat yang membutuhkan perlindungan melalui vaksinasi dapat memanfaatkannya.

“Lalu berikutnya, vaksin aja. Kalau ragu-ragu, di Puskesmas ada vaksin untuk influenza A,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pemeriksaan menggunakan metode swab, Billy mengatakan Dinkes tidak menjadikannya sebagai pemeriksaan utama. Menurut dia, gejala yang dialami pasien dapat menjadi dasar awal untuk memperkirakan jenis infeksi.

Billy juga meminta masyarakat tidak menyamakan kondisi influenza saat ini dengan COVID-19. Dia menjelaskan, COVID-19 dapat menyerang parenkim paru dan mengganggu proses difusi oksigen ke pembuluh darah sehingga berpotensi menyebabkan kondisi berat.

“Kalau COVID lebih menyerangnya ke parenkim parunya ya. Ke parenkim parunya sehingga kegagalan difusi oksigen ke pembuluh darah itu yang terjadi, itu yang menyebabkan banyak kematian ya. Tapi ini enggak, fatalismenya enggak,” jelasnya.

Karena itu, Billy mengimbau masyarakat tetap tenang meski terjadi peningkatan kasus influenza di Surabaya.

“Jadi kasus ini seperti flu biasa, ya. Tidak menimbulkan kejadian seperti atau fatality rate-nya tidak tinggi seperti COVID. Jadi masyarakat sebaiknya tetap tenang,” katanya.

Dia meminta warga yang mengalami gejala segera beristirahat, mengonsumsi obat sesuai anjuran, atau memeriksakan diri ke dokter apabila diperlukan.

“Begitu kalau sakit, ya minum yang saya anjurkan tadi ya, atau datang ke dokter nanti dikasih obat apa, itu saja,” pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah