JawaPos.com - HRD PT Hersindo Logistic yang disebut dalam dugaan pelecehan seksual terhadap calon pelamar kerja dikabarkan telah mengundurkan diri dari perusahaan. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum PT Hersindo Logistic Amseki Tanaem saat memberikan keterangan terkait dugaan pelecehan seksual yang mencuat dalam proses rekrutmen.
“HRD-nya diketahui sempat mengundurkan diri. Itu di tanggal 14 September yang lalu,” ujar Amseki ditemui awak media, Jumat (18/9).
Ketika ditanya apakah HRD tersebut merupakan pihak yang diduga melakukan pelecehan seksual, kuasa hukum menyebut nama tersebut muncul dalam postingan yang menjadi dasar informasi mengenai dugaan tersebut.“Ya kalau menurut postingan itu kan dia yang melakukan. Begitu, Mbak. Cuman kami tidak punya bukti apa-apa di situ,” katanya.
Amseki menegaskan, pihak perusahaan hingga saat ini belum menerima laporan maupun bukti dari pihak yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual tersebut. Meski demikian, perusahaan menyatakan membuka pintu bagi pihak yang merasa dirugikan untuk menyampaikan laporan, klarifikasi, maupun bukti terkait dugaan tersebut.
Pihak perusahaan juga mempersilakan korban yang merasa dirugikan untuk datang langsung kepada perusahaan maupun menempuh jalur pengaduan melalui kepolisian. Sementara mengenai alasan HRD tersebut mengundurkan diri, kuasa hukum kembali menegaskan belum mengetahuinya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelamar kerja diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh HRD saat menjalani wawancara di salah satu perusahaan logistik di Surabaya. Pengalaman itu dibagikan oleh akun Threads @tikusgarong000 dan viral hingga direspon oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.
Dalam utasnya dia menceritakan bahwa proses wawancara bersifat janggal karena diminta foto dengan membawa KTP fisik hingga dites apakah penyuka sesama jenis. Dalam utas itu, dia juga memberikan bukti pada pengisian data diri di dua formulir daring.
"Mulai dari proses rekrutmen tahap awalnya sedikit janggal. biasanya proses ke tahap interview cuma disuruh bawa dokumen, beda sama perusahaan ini dia suruh untuk mengisi terlebih dahulu dua link, yang satu link untuk mengisi data diri tapi ini data dirinya yang sampai privasi banget bahkan sampai disuruh foto sambil pegang ktp sumpahh. Aku sertakan buktinya. Terus yang link 2 untuk tes online biasa," cerita akun tersebut seperti yang dilihat JawaPos.com, Jumat (18/9).
Kemudian, dia merasa janggal dengan sikap HRD yang terlalu ramah, tak seperti pada umumnya yang terkesan sedikit cuek. Saat sedang menunggu giliran interview, pemilik utas menjumpai satu orang diwawancara HRD dengan waktu sekitar dua jam.
"Dan kalian tau gak setelah 2 jam lebih akhirnya yang interview ini keluar, tapi muka dia itu kayak agak takut dan buru-buru gitu. si oknum hrd ini nganterin dia sampek depan pintu ruangan dia dan ngebukain pintunya kek tidak membiarkan kita saling ngobrol takut kali yaa para peserta ini ketemu dan saling ngobrol dan kebongkar dah rahasianya," ceritanya.
Ternyata, di balik lamanya proses interview, akun tersebut menyebut jika ada dugaan pelecehan yang dilakukan oknum HRD. Modus yang dilakukan pun juga beragam, salah satunya ingin memastikan kandidat tidak penyuka sesama jenis.
"Sumpah ini gak nyangka banget sihh, ternyata yang buat interview sampek 2 jam itu si oknum hrd ini melakukan pelecehan seksual kepada semua kandidat cewek. Modusnya beragam ada yang disuruh pijat paha dia bahkan dia mau lepas celana kek whatttt j*nc*k banget, ada yang yang disuruh cium bibir untuk membuktikan kalo kandidat ini gak lesbi," tulisnya.
Pemilik utas menyebutkan nama perusahaan itu adalah PT. Hersindo Logistic Indonesia beralamat di Jalan Indrapura, Kecamatan Pabean Cantian.