JawaPos.com - Sebuah crane mengalami longsor dan menimpa tiang listrik hingga ambruk ke badan Jalan HR Muhammad, Surabaya, Jumat (18/9) sore. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Crane yang terjatuh itu bagian dari proyek PT Jasa Marga untuk penguatan lereng jalan tol Surabaya-Gempol yang longsor. Menurut Operation RO 3 Jasa Marga Transjawa Tol, Muhammad Iqbal, insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB pada Jumat sore.
''Crane itu digunakan untuk pemasangan paku bumi di lokasi proyek,'' kata Iqbal. "Karena insiden ini terjadi pada jam pulang kerja, hal utama yang kami lakukan adalah memastikan bahwa tidak ada pekerja maupun pengendara yang terluka," lanjutnya.
Selain memastikan keselamatan, Jasa Marga juga membuka lalu lintas di Jalan HR Muhammad agar kendaraan bisa lewat kembali.
"Tadinya tiga ruas jalan di HR Muhammad tertutup sepenuhnya oleh tiang PJU. Kemudian kami melakukan pemotongan sehingga dua ruas bisa digunakan kendaraan," jelas Iqbal.
Saat ini, Jasa Marga masih menunggu kedatangan ekskavator tambahan untuk mempercepat evakuasi crane. "Tapi karena kondisi lalu lintas macet, kemungkinan sekitar 30 menit lagi alat berat tersebut baru sampai," tambahnya.
Saat ini, pihak Jasa Marga masih menyelidiki penyebab crane longsor dari posisi semula. Fokus utama petugas adalah menangani dampak langsung insiden ini.
Linda Novianti, Kabid Darlog BPBD Surabaya, menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Operator crane dengan inisial W hanya mengalami syok akibat insiden tersebut.
Baca Juga: Kepadatan Meningkat, Dishub Surabaya Setop Rekayasa Arus Embong Sawo-Embong Gayam
BPBD sudah memotong tiang listrik yang roboh di jalan sebagai penanganan awal. "Kami sudah koordinasi dengan PLN mengenai tiang roboh yang diperbolehkan untuk dipotong," katanya. Koordinasi juga dilakukan dengan operator ekskavator sub kontraktor untuk evakuasi. (*)