JawaPos.com - Pemerintah Kota Surabaya diminta meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas sesar yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui lebih dini apabila terjadi pergerakan pada patahan yang berpotensi memicu gempa.
Pakar Geologi sekaligus Peneliti Senior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si, menyarankan Pemkot Surabaya memasang sejumlah alat monitoring di titik-titik yang berkaitan dengan keberadaan sesar.
Menurut Amien, pemantauan menggunakan instrumen diperlukan karena aktivitas gempa tidak selalu terjadi secara tiba-tiba.
Pergerakan kecil pada sesar dapat menjadi bagian dari proses yang perlu diamati secara berkelanjutan.
“Gempa itu kan tidak ujug-ujug, ada proses. Jadi misalnya ada getaran 1, 2, 3, 4, 5 baru brol. Nah, untuk menangkap getaran awal tadi itu kan harus pakai alat,” kata Amien saat dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (9/9).
Dengan adanya alat monitoring, pemerintah dapat mengetahui apakah sesar yang ada menunjukkan aktivitas atau pergerakan. Data tersebut juga dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi perubahan aktivitas.
“Harusnya pemerintah kota ini memasang alat-alat untuk memonitoring pergerakan dari sesar tadi,” ujarnya.
Amien mengatakan, pemantauan tidak berarti setiap pergerakan kecil akan langsung menyebabkan gempa besar. Namun, keberadaan alat dapat memberikan informasi mengenai kondisi sesar secara berkala.
“Jadi, misal masih skalanya 1 atau 2. Enggak apa-apa, tapi itu kan menunjukkan kalau dia bergerak,” jelasnya.
Menurut dia, tanpa adanya sistem monitoring, perubahan aktivitas sesar akan lebih sulit diketahui. Sebaliknya, jika terdapat alat pemantau, pemerintah dapat memperoleh informasi lebih awal sehingga langkah kewaspadaan dapat dilakukan.
“Kalau kita enggak ngapa-ngapain kan tahu-tahu bergerak besar kan ya enggak enak juga,” katanya.
Amien menegaskan, keberadaan sesar tidak serta-merta berarti gempa besar akan terjadi dalam waktu dekat. Waktu terjadinya gempa tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan keberadaan sebuah patahan.
“Mau kejadian apa enggak? Ya kita enggak tahu. Nah, kalau ada monitoring tadi mungkin kita bisa jadi lebih waspada,” tuturnya.
Baca Juga: Viral Surabaya Disebut Punya Sesar Aktif Baru, Pakar ITS : Tak Ada Data Resmi
Karena itu, menurut Amien, langkah yang paling realistis adalah memperkuat pemantauan terhadap sesar yang telah diketahui keberadaannya.
"Dengan adanya sistem monitoring, pemerintah diharapkan tidak hanya merespons ketika terjadi gempa, tetapi juga memiliki data mengenai aktivitas sesar secara berkala sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di Surabaya," tandas Amien.