JawaPos.com - Perumda Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat atas kejadian air keruh, berbusa dan berbau di sejumlah kecamatan seperti Gunungsari, Kedurus, Jambangan, dan Gayungsari.
Humas PDAM Surya Sembada, Widya Rizki menjelaskan, kejadian tersebut merupkan dampak pencemaran melebihi ambang batas dari air baku Kali Surabaya, yang masuk ke unit instalasi pengolahan air PDAM Surya Sembada.
"Tim Teknis kami terus melakukan pembersihan serta penyesuaian proses pengolahan secara intensif di IPAM Karang Pilang," ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Widya menjelaskan, langkah perbaikan dilakukan untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat bisa cepat membaik.
Baca Juga: Warga Jambangan Surabaya Keluhkan Air PDAM Keruh dan Berbau
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta I terkait kejadian tersebut.
"Kami juga berkoordinasi intens dengan Perum Jasa Tirta I sebagai pihak penyedia air baku untuk membantu mengurangi pencemaran Kali Surabaya saat ini," kata Widya.
Widya menambahkan, bagi warga terdampak bisa melayangkan pengaduan atau meminta bantuan air tangki gratis kepada PDAM Surya Sembada Surabaya.
Pengaduan maupun permohonan bantuan air gratis bisa disampaikan melalui call center 08001926666 atau WA center 08123316666.
Diberitakan sebelumnya, Warga Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, mengeluhkan air PDAM yang keruh dan berbau bahan kimia.
Baca Juga: Denny Sumargo Tertahan di Surabaya Akibat Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Salah satunya Fery Joedy Eko Purnomo (57), warga yang tinggal di Jambangan Sawah, Jambangan, Surabaya.
Fery mengaku air PDAM di rumahnya tiba-tiba berubah menjadi lebih keruh dari biasanya, dan juga berbau bahan kimia yang cukup menyengat. Perubahan tersebut terjadi sejak Sabtu (6/9) malam.
"Kalau keruh sih enggak, tapi butek sama bau kaporit," kata Fery.