JawaPos.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menyebut para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum terjadi insiden dugaan keracunan.
Hal itu disampaikan Romo setelah meninjau sejumlah santri yang masih menjalani perawatan di RSUD RT Notopuro, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9).
“Selama ini tadi beberapa yang kami tanya, selama ini mereka menunggu dan mereka sangat membutuhkan MBG itu,” kata Romo.
Baca Juga: Lee Min Jae Makin Bersinar, Bintangi 4 Proyek Baru dari Drama hingga Netflix
Menurut dia, kebutuhan santri terhadap program tersebut terlihat dari pelaksanaan MBG yang telah berjalan di ponpes tersebut selama beberapa bulan. Selama periode itu, tidak ada persoalan yang terjadi.
“Makanya keinginan untuk mendapatkan MBG itu cukup tinggi. Cuma baru kali ini mereka mengalami itu (dugaan keracunan),” ujarnya.
Romo menegaskan, insiden tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya. Investigasi, kata dia, bukan untuk mempertanyakan perlu atau tidaknya program MBG bagi pesantren, melainkan mencari tahu penyebab terjadinya dugaan keracunan.
“Tentu akan dievaluasi penyebabnya apa. Karena dari dapur yang sama, untuk anak yang sama, setelah berjalan sekian bulan, kejadiannya hari ini. Itu kan harus ada investigasi,” jelasnya.
Baca Juga: Ada Peluang Uang Tambahan, 3 Zodiak Ini Diprediksi Makin Cuan
Ia menambahkan, evaluasi tidak boleh diarahkan pada keberlanjutan program MBG. Sebab, para santri justru menyambut baik program tersebut.
“Bukan investigasi masuk ke wilayah perlu tidaknya MBG, tapi ini ada apa. Itu yang perlu kita selesaikan. Artinya MBG-nya, semuanya mengatakan mereka sangat senang dan menunggu datangnya makanan dari MBG,” tambahnya.
Di sisi lain, Kementerian Agama (Kemenag) tengah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperluas penerima manfaat program MBG, termasuk di pesantren dan madrasah.
“Kami justru sekarang sedang ngebut. Pak Direktur Pesantren ini, itu kami sedang ngebut agar tidak ada lagi pesantren yang tidak mendapat jatah MBG, termasuk juga madrasah,” kata Romo.
Ia berharap pemerataan program tersebut dapat segera terealisasi sehingga seluruh pesantren dan madrasah di Indonesia bisa mendapatkan manfaat MBG.
“Ini terus sedang kita komunikasi dengan Kepala BGN yang baru. Kita berharap tahun ini tidak ada lagi madrasah dan pesantren yang tidak mendapat manfaat untuk makan gratis dari MBG,” tandasnya.s